jump to navigation

SIKAP HIDUP ORANG KRISTEN Oktober 25, 2008

Posted by Agus Dasa Silitonga in Khotbah Minggu.
trackback

Khotbah Minggu, Minggu XXIII Setelah Trinitatis, 26, Oktober 2008

 

Nas: Amsal 20: 22 – 27

 

SIKAP HIDUP ORANG KRISTEN

 

1.   Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus:

      Kitab Amsal ini berisikan banyak nasehat dan pengajaran yang menuntun setiap pembaca untuk hidup lebih baik, hidup yang sesuai dengan kehendak Tuhan, hidup yang takut akan Tuhan. Dalam kitab Amsal ini hampir setiap ayat memberi pesan dan pengajaran yang berbeda-beda dan berdiri sendiri.

2.   Dalam nas khotbah ini penulis amsal hendak mengajarkan kepada kita bagaimana sikap hidup orang kristen yang benar dalam menghadapi segala sesuatu yang terjadi dalam hidupnya. Kalau kita membaca nas khotbah ini terdapat tiga (3) hal yang sangat penting kita renungkan dalam rangka mengamalkan Sikap Hidup Orang Kristen:

 

     I.Sikap Hidup Orang Kristen: Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan/kekerasan.

 

      Dalam kehidupan kita di dunia ini, sebagai anak-anak Tuhan mungkin  kita pernah menghadapi tindak kejahatan dari orang-orang disekitar kita. Sebagai manusia biasa, dalam pikiran kita mungkin pernah terlintas untuk membalas kejahatan dan kekerasan yang terjadi dalam kehidupan kita. Sebelum hal tersebut benar-benar kita lakukan, firman Tuhan dalam amsal ini mengingatkan kita bahwa tidak baik membalas kejahatan dengan kejahatan. Penulis amsal berkata: “janganlah engkau berkata: aku akan membalas kejahatan”. Sebab, jika kita membalas kejahatan dengan kejahatan apakah bedanya kita dengan orang yang melakukan kejahatan tersebut. Tidak ada bukan? Sama saja kita menjadi pelaku kejahatan dan kekerasan dimana sadar atau tidak sadar kita telah memasukkan kehidupan kita ke dalam belenggu dan lingkaran kejahatan itu sendiri; dimama pembalasan berlangsung terus menerus.

 

 

      Saudara-saudara yang terkasih dalam Kristus Yesus:

      Jika demikian, bagaimanakah kita menghadapi segala tindakan kejahatan yang terjadi dalam hidup kita? Apakah kita membalasnya? Ya kita tidak boleh tinggal diam terhadap segala bentuk kejahatan, kita harus melawannya. Hanya yang harus kita ingat adalah janganlah kita melawan atau membalasnya dengan kejahatan. Kejahatan tersebut kita lawan dengan melakukan perbuatan-perbuatan baik. Salah satu perbuatan baik tersebut adalah dengan  berserah kepada  Allah, membawa penderitaan yang kita alami kepada Tuhan dan mempercayakannya kepada-Nya supaya Dia yang bertindak (bnd. 1 Ptrs.2:23 ; 4:19). Memohon di dalam doa supaya Dia memberikan kekuatan kepada kita dan menyelamatkan kita dari situasi yang sulit yang kita hadapi. Kita juga mendoakan orang yang memusuhi kita, orang-orang yang melakukan kejahatan supaya mereka bertobat dan berbalik kepada Tuhan. Mengenai pembalasan kita serahkan kepada Tuhan sebab hanya Tuhan-lah yang berhak melakukan pembalasan. Pada saatnya Dia akan membalas semua ketidakadilan dan kejahatan yang diderita oleh orang benar yang berseru kepada-Nya siang dan malam (Lukas 8:7-8). Kita harus percaya bahwa Allah bekerja di dalam segala sesuatu di dalam kehidupan kita untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Mungkin kita sulit untuk mengerti dan memahami rencana Tuhan, yang harus kita lakukan adalah mempercayai-Nya. Nyanyian NKB.No.188 mengatakan: “tiap langkahku diatur oleh Tuhan dan tangan kasihNya membimbingku. Di tengah g’lombang dunia menakutkan hatiku tetap tenang teduh. Tiap langkahku ku tahu yang Tuhan pimpin ke tempat tinggi ‘ku diangkatNya. Hingga sekali nanti aku tiba ke rumah Bapa sorga yang baka”.

 

  II. Sikap Hidup Orang Kristen: Hidup di dalam Kejujuran dan Keadilan

 

      Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus;

 

      Dua macam batu timbangan adalah kekejian bagi Tuhan sebab Tuhan cinta akan kejujuran dan keadilan. Dalam dunia ini manusia sering memakai alat pengukur salah satunya adalah timbangan yang sering dipakai ketika berjualan. Adalah suatu tindakan ketidak jujuran ketika kita memakai dua batu timbangan, ketika kita membeli kita memakai batu timbangan yang menguntungkan kita ketika kita menjual kita memakai batu timbangan yang merugikan pembeli. Dalam membina hubungan dengan sesama juga sering tolok ukur yang kita pakai hanya dalam rangka mendatangkan keuntungan bagi kita. Selama dari seseorang itu masih ada sesuatu yang kita harapkan dan menguntungkan bagi kita maka kita akan terus membina hubungan dengannya; tetapi kalau sudah tidak ada yang kita harapkan maka kita memutuskan hubungan dengannya. Segala tindakan tersebut adalah kekejian bagi Tuhan sebab tindakan tersebut telah mencemarkan maksud dan rencana Tuhan mendatangkan keadilan bagi setiap orang.

 

      Saudara-saudara yang terkasih dalam Kristus Yesus;

      Dimanapun kita berada dan apapun yang kita lakukan haruslah kita hidup di dalam kejujuran dan keadilan. Kejujuran dan keadilan harus mewarnai kehidupan kita ketika kita berhubungan kepada siapa pun. Untuk hidup jujur dan adil hendaknya kita memeteraikan di dalam hati kita bahwa kita sama-sama ciptaan Tuhan dan sama-sama yang dikasihani oleh Tuhan. Amsal 15:8 mengatakan: “korban orang fasik adalah kekejian bagi Tuhan, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya”; dan Amsal 14:11 mengatakan: “rumah orang fasik akan musnah, tetapi kemah orang jujur akan mekar”.

     

      Saudara-saudara:

      Roh Kudus mengaruniakan kepada kita hati yang bijak yang dapat membedakan apa tidak baik dan apa yang baik yang berkenan kepada Allah. Hati yang bijak dan iman yang telah dewasa dapat mengenal segala tindakan kefasikan sehingga dia dapat menghindarinya bahkan menggilas kefasikan itu berulang-ulang; sebaliknya hati yang bijak dan iman yang telah dewasa membentuk kita menjadi orang-orang yang hidup di dalam kejujuran dan keadilan.  

 

 III. Sikap Hidup Orang Kristen: Berhati-hati ketika berbicara

 

      Saudara-saudara yang terkasih;   

      Mulut atau lidah merupakan karunia Tuhan yang seharusnya dipergunakan untuk memuji dan memuliakan Tuhan. Tetapi sering mulut dan lidah menjadi awal mula dari sebuah perpecahan. Penulis Yakobus mengatakan bahwa kita bisa menjinakkan binatang-binatang buas tetapi mulut atau lidah sangat susah untuk kita kendalikan. Mulut dan lidah yang tidak dapat dikendalikan bisa membakar hutan yang sangat luas, bisa merusak persekutuan dan mengakibatkan perpecahan. Oleh sebab itu, ketika hendak mengatakan sesuatu kita harus lebih berhati-hati jangan asal bunyi. Orang bijak mengatakan “berpikir dulu baru bicara jangan bicara dulu baru berpikir”. Sesuatu yang kita katakan bisa menjadi jerat jikalau kita mengatakannya tanpa berpikir dulu dan tanpa menimbang-nimbang dulu. Sebagai contoh: kalau kita sudah bernazar kita harus melakukannya sebab nazar itu harus di bayar., sesuatu yang telah kita janjikan harus ditepati. Kalau dipungkiri dan tidak ditepati hal tersebut bisa menjadi preseden buruk dimana kita menjadi seseorang yang tidak dapat dipercaya kata-katanya dan hal tersebut bisa merusak persekutuan dengan sesama.  

 

      Saudara-saudara:

      Penulis Surat Yakobus menganjurkan kita untuk lebih banyak mendengar dan sedikit berbicara (Yak.1:9). Anjuran ini bukanlah larangan untuk berbicara, tetapi mengingatkan kita untuk lebih berhati-hati jika sedang berbicara atau menyampaikan sesuatu. Yang lebih baik adalah kita sedikit berbicara dan banyak bekerja dan melakukan yang baik dalam hidup. Biarlah apa yang kita kerjakan, segala sesuatu yang baik yang kita perbuat mengkomunikasihan siapa kita yang sebenarnya.

 

3.   Saudara-saudara yang terkasih dalam Kristus Yesus:

      Sebagai orang-orang percaya, Tuhan telah mengaruniakan roh (hati nurani) di dalam hidup kita.  Roh inilah menjadi pelita yang menyelidiki seluruh lubuk hati kita apakah yang kita lakukan baik dalam perbuatan maupun perkataan sudah sesuai atau tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Roh itu menjadi hakim yang mengadili setiap yang kita kerjakan, kita katakan dan yang kita pikirkan. Tentu roh yang dapat melakukan hal yang demikian adalah roh (hati nurani) yang sehat. Bagaimana supaya roh itu sehat? Hal tersebut tergantung dari berapa banyak makanan yang kita berikan untuk dikonsumsinya yaitu firman Tuhan. Amin.

About these ads

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: