jump to navigation

Menghitung Hari Dengan Hati Yang Bijaksana November 22, 2008

Posted by Agus Dasa Silitonga in Khotbah Epistel.
trackback

Khotbah Epistel Minggu Akhir Tahun Gerejawai

Minggu, 23 Nopember 2008

 

Nas: Mazmur 90: 12 – 17

 

Menghitung Hari Dengan Hati Yang Bijaksana

 

1.   Saudara-saudara yang terkasih dalam Kritus Yesus:

      Manusia di dunia ini hidup di dalam waktu yang terbatas, suatu waktu yang direlatifkan oleh Tuhan. Waktu  dimana tidak seorang pun yang tahu kapan akan berakhir. Yang pasti kita semua akan mencapai batas waktu tersebut. Itu artinya,  semua kita sedang berbaris dalam antrian menunggu panggilan Sang Pencipta. Waktu untuk panggilan tersebut sangat ideal dalam setiap masa atau usia setiap orang bisa pada waktu anak-anak, pada waktu masih muda, di masa tua atau lanjut usia. Ketika panggilan Sang Pencipta datang tidak seorang pun dapat menolaknya.

2.   Mazmur 90 ini adalah doa seorang abdi Allah yaitu Musa. Konteks doa ini sulit ditemukan tetapi ada data bahwa umat Israel kenyang dengan penderitaan sampai-sampai mereka tidak sanggup menanggungnya lebih lama lagi. Dengan data atau keadaan ini dapat kita mengambil suatu pendapat bahwa konteks Mazmur 90 adalah perjalanan padang gurun dimana karena pemberontakan umat Israel kepada Allah mereka mengalami penderitaan karena murka Allah. Dalam doanya Musa mengaku bahwa manusia itu tidak hanya terbatas umurnya tetapi dia berada dalam murka Tuhan.

2.   Demikian juga hidup kita di dunia ini. Hidup kita di dunia ini adalah hidup yang sangat terbatas dan berada dalam murka dan kasih Tuhan. Yang sangat penting kita pergumulkan adalah bagaimanakah supaya kehidupan kita di dalam kasih Allah. Tentu hal tersebut terjadi jika kita hidup taat dan setia kepada Tuhan. Oleh sebab itu dalam hidup yang sangat terbatas ini yang dapat kita lakukan adalah selalu waspada dan berjaga-jaga. Kita menghitung hari-hari yang kita telah lewati, waktu saat ini dan waktu yang akan datang sehingga kita dapat menjalani setiap waktu tersebut dengan penuh makna dan penuh arti. Kalau kita membaca Mazmur 90 : 12 – 17 ini, kita dapat merenungkan tiga hal yang menjadi wujud nyata kita Menghitung Hari:

 

      Pertama:   Memohon Hati Yang Bijak Dari Tuhan

      Hari-hari yang kita jalani adalah hari-hari yang terus bergerak maju dan tidak akan pernah kembali jika sudah berlalu. Pemazmur memohon supaya Tuhan mengajarkan menghitung hari-hari sedemikian. Menghitung hari-hari artinya melihat hari-hari yang telah kita lewati, hari-hari saat ini dan hari-hari yang akan datang. Dengan menghitungnya maka setiap orang akan melihat apakah hari-hari tersebut sudah dijalani dengan baik dan bermakna ataukah hari-hari tersebut dijalani dengan sia-sia berlalu begitu saja. Ketika Tuhan mengajar kita mengihitung hari-hari maka kita akan memperoleh hati bijaksana yang bersumber dari Tuhan. Dengan memiliki hati yang bijaksana kita sebagai manusia yang fana, manusia yang seperti rumput pagi hari berkembang sore hari layu, manusia yang akan kembali kepada debu dapat menjalani kehidupan di dunia ini dengan penuh arti sampai waktunya tiba kita dipanggil Sang Pencipta.

 

      Kedua:      Memohon Pengampunan Dari Tuhan

      Hari yang kita jalani saat ini adalah waktu pengasihan Tuhan dan Dia mendengarkan kita pada saat pengasihan ini. Pada waktu pengasihan Tuhan saat ini rindukanlah pengampunan dari Tuhan: “berapa lama lagi, ya Tuhan? Sayangilah hambamu; kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setiaMu”. Memohon pengampunan Tuhan dengan menjalani pertobatan dan pembaharuan hidup. Hanya dengan pengampunan Tuhan kita dapat bersorak-sorai di dalam hari-hari yang kita jalani sebab dengan pengampunanNya kita memperoleh kasih setia Tuhan yang nyata dalam perbuatan-perbuatanNya di dalam kehidupan kita. Ada sukacita setelah dukacita dan ada kasih setia setelah hukuman sehingga hari-hari dalam kehidupan kita menjadi hari-hari yang indah untuk dijalani sampai waktunya tiba kita dipanggil Sang Pencipta.

 

      Ketiga:      Melakukan Pekerjaan Bersama Tuhan

      Menghitung hari bukan berarti kita menjadi manusia yang pasip dan tidak melakukan apa-apa; sebaliknya dengan menghitung hari-hari kita sedemikian dan memperoleh hati yang bijaksana kita semakin bersungguh-sungguh di dalam karya dan pekerjaan kita. Selama hari masih siang selama itu juga kita terus bekerja dan berkarya untuk Tuhan. Di dalam melakukan pekerjaan, kita melakukannya bersama dengan Tuhan. Bersama dengan Tuhan segala perkara akan dapat kita tanggung. Bekerja bersama dengan Tuhan setiap perbuatan kita akan diteguhkan artinya perbuatan tangan kita diberkati menjadi berhasil dan bertahan.

 

3.   Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus:

            Hendaklah kita menjadi manusia yang bijak artinya kita sadar bahwa hidup ini sangat singkap dan karena hidup ini sangat singkat maka kita akan mengisi hidup kita di dunia ini dengan sebaik mungkin. Kita juga harus bijak mengenal “murka Tuhan” sehingga kita setiap saat memohon pengampunan Tuhan dan kita terus menerus bertobat dalam kekuatan Roh untuk menjadi serupa dengan Kristus; jika tidak bertobat maka murka Tuhan menimbun murka atas diri kita sendiri (bnd. Roma 2:5). Hati yang bijak akan melahirkan kesungguh-sungguhan untuk terus bekerja dan berkarya untuk kemuliaan Tuhan. Marthin Luther, bapak reformasi mengatakan: “saya akan bekerja seakan-akan Tuhan akan datang seribu tahun lagi dan saya akan berdoa, mendekatkan diri kepada Tuhan seakan-akan Tuhan akan datang esok hari. Dan jika Tuhan datang esok hari saya akan tetap menanam buah apel ini”. Selamat ber-maranata (menantikan Tuhan) dengan waspada dan berjaga-jaga, dengan hidup menghitung hari dengan hati yang bijaksana yang membuat hidup yang terbatas ini menjadi penuh makna untuk kemuliaan Tuhan. Amin.

About these ads

Komentar»

1. Destri - Maret 5, 2009

Terima kasih banyak pak pendeta, Jesus Bless Us.
Semoga saya dapat menjadi palito bagi keluarga dan sekeliling saya.Amin


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: