jump to navigation

Persembahan Yang Berkenan Dihadapan Tuhan Februari 2, 2009

Posted by Agus Dasa Silitonga in Renungan Harian Palito.
trackback

Renungan Malam Senin 02 Pebruari  2009

Dari Almanak HKBP Bacaan Malam Hari

 

Persembahan Yang Berkenan Dihadapan Tuhan  

(Yesaya 1: 10 – 17)

 

“Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mataKu. Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda” (ay.16-17)

 

Persembahan merupakan salah satu unsur penting dalam ibadah dari sejak zaman Perjanjan Lama hingga saat ini. Secara khusus dalam Perjanjian Lama persembahan mendapat tempat penting dalam penyembahan-penyembahan yang dilakukan umat Israel. Pada zaman Yesaya umat Israel sangat rajin memberikan persembahan korban-korban bakarang kepada Tuhan. Tetapi korban-korban yang mereka persembahkan menjadi sesuatu yang tidak menyenangkan hati Tuhan; bahkan semua yang mereka persembahkan merupakan kejijikan bagi Tuhan dan perayaan-perayaan mereka sangat dibenci Tuhan. Ketika mereka menadahkan tangan dan menaikkan doa, Tuhan memalingkan wajahNya sekalipun mereka melakukannya berkali-kali.

Mengapa Tuhan begitu tidak menyukai korban-korban yang mereka persembahkan dan perayaan serta doa bangsa Israel? Bangsa Israel adalah anak-anak yang dibesarkan oleh Tuhan tetapi mereka telah memberontak kepada Tuhan (1:2). Mereka disamakan seperti Sodom dan Gomora yang  hidup di dalam  kejahatan, ketidakadilan dan perjinahan. Oleh sebab itulah, Tuhan melalui nabi Yesaya meminta kepada bangsa Israel untuk terlebih dahulu membasuh dan membersihan diri dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan jahat. Bangsa Israel dituntut untuk belajar berbuat baik dengan mengusahakan keadilan, membela hak anak-anak yatim dan memperjuangkan perkara-perkara janda-janda serta  melawan segala bentuk kejahatan dan penindasan. Hidup mereka harus menunjukkan kepedulian kepada orang-orang yang lemah dan yang mengalami ketidakadilan barulah Tuhan akan menyukai korban persembahan, perayaan dan doa yang disampaikan umat-Nya.

Hingga saat ini persembahan menempati kedudukan yang penting dalam setiap penyembahan dan ibadah. Sangat perlu kita memperhatikan sikap hidup kita sebagai anak-anak Tuhan sehingga persembahan kita berkenan di hadapan Tuhan. Ketika kita akan menghantar persembahan kita ke altar Tuhan tapi kita masih belum berdamai dengan sesama maka kita harus meninggalkan persembahan kita dan berdamai dulu dengan sesama barulah kita menyerahkan persembahan kita. Kalau tidak maka persembahan kita akan menjadi sesuatu yang menjijikkan bagi Tuhan. Jadi persembahan yang berkenan dihadapan Tuhan adalah persembahan yang lahir dari hidup yang memuliakan Tuhan dan melakukan perbuatan-perbuatan baik terhadap sesama manusia. Segala dosa dan kejahatan harus dibereskan dulu baru persembahan, perayaan-perayaan dan doa kita dikenan Tuhan.   

 

 

Doa:       Bapa kami di dalam sorga, apa yang ada pada kami adalah pemberianMu. Ajar kami untuk mempergunakan pemberianMu dalam hidup kami hanya untuk kemuliaan namaMu. Jadikanlah kami menjadi anak-anakMu yang cinta perbuatan baik dan benci terhadap segala bentuk kejahatan. Dengarlah doa kami ini hanya di dalam nama AnakMu, Tuhan Yesus Kristus. Amin.

About these ads

Komentar»

No comments yet — be the first.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: