jump to navigation

Buatlah Hidupmu Berarti Bagi Sesama Oktober 4, 2008

Posted by Agus Dasa Silitonga in Khotbah Epistel.
trackback

Khotbah Epistel, Minggu XX Setelah Trinitatis, 05, Oktober 2008

 

Nas: Kisah Para Rasul 11: 27 – 30

 

Buatlah Hidupmu Berarti Bagi Sesama

 

1.   Saudara-saudara yang terkasih dalam Kristus Yesus,

Saat ini dunia sedang di goncang krisis ekonomi yang kemungkinan pengaruhnya berdampak lebih besar bagi negara-negara dunia ketiga seperti Indonesia. Jumlah masyarakat miskin semakin bertambah yang sering juga berbanding sama dengan meningkatnya penyakit-penyakit sosial di tengah-tengah masyarakat, misalnya: perampokan, pencurian yang tidak jarang berakhir dengan pembunuhan. Sungguh sangat memprihatinkan, padahal negara kita terkenal dengan kekayaan sumber alamnya yang melimpah dengan tanah yang subur. Namun kekayaan tersebut hanya boleh dinikmati sebagian orang saja sehingga di tengah-tengah kehidupan ber-masyarakat nampak nyata kesenjangan sosial yang sangat jauh, sebagian besar berada didalam kemiskinan dan kemelaratan sedang sebagian kecil berada di dalam kelimpahan, kemakmuran bahkan berkelebihan. Ironis memang, di negeri sendiri menjadi miskin dan mengemis hanya untuk sesuap nasi.

2.   Saudara-saudara,

      Dalam nas ini seorang nabi bernama Agabus (seorang nabi yang tidak popular) dengan kuasa Roh Kudus menubuatkan bahwa dunia akan ditimpa bahaya kelaparan yang besar. Untuk mengantisipasi kejadian tersebut murid-murid memutuskan untuk mengumpulkan suatu sumbangan, sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing untuk menolong orang-orang di Yudea yang kena imbas dari kelaparan yang terjadi. Antisipasi dan kepedulian yang sangat luar biasa.

3.   Apa yang dilakukan murid-murid patut ditelanadi orang-orang percaya saat ini. Menanamkan kepeduliaan dan semangat untuk memberi pertolongan kepada sesama. Dengan hidup saling tolong menolong kita memaknai persekutuan secara luas yaitu bukan hanya orang-orang yang ada disekitar kita dan yang kita kenal. Tetapi kepeduliaan itu juga harus ditunjukkan kepada sesama yang jauh dari kita dan mungkin kita tidak pernah bertemu dan kita tidak saling kenal.

4.   Saudara-saudara yang terkasih dalam Kristus Yesus,

Dari nas Kisah Rasul 11: 27 – 30 ini, ada beberapa hal yang sangat penting untuk kita pelajari yang Membuat Hidup kita berarti bagi sesama:

 

I: Tolonglah sesama yang mengalami kesulitan

Rasul Paulus dalam Galatia 6:2 mengatakan “bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu itulah tandanya kita memenuhi hukum Kristus”. Hukum Kristus adalah kasih, mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia. Salah satu tanda kasih adalah saling tolong menolong di dalam kesulitan-kesulitan hidup di dunia ini. Selama di dunia ini manusia tidak terlepas dari kesulitan-kesulitan dan pergumulan-pergumulan hidup dan di dalam menghadapi kesulitan serta pergumulan tersebut setiap manusia siapa  pun dia membutuhkan pertolongan. Dengan menolong sesama yang sedang mengalami penderitaan dan kesulitan maka kita telah mengambil sebahagian kesulitannya. Tuhan Yesus mengatakan bahwa apa yang kita lakukan kepada sesama adalah melakukan untuk Dia (bnd. Mat.25:40). Kita hendaknya menyadari bahwa hidup ini dari Dia oleh Dia dan untuk Dia, hidup kita harus menjadi kemuliaan bagi Dia. Hal itu kita tunjukkan dengan hidup di dalam kasih salah satu wujudnya adalah mau dengan tulus menolong sesama yang mengalami kesulitan.

 

II: Berilah pertolongan sesuai dengan kemampuanmu  

Setelah murid-murid mengetahui kesulitan yang dialami jemaat di Yudea mereka berinisiatif untuk mengumpulkan bantuan sesuai dengan kemampuan mereka. Sesuai dengan kemampuan artinya pemberian mereka tidak dengan terpaksa dan tidak ditetapkan berapa banyak yang harus dikumpulkan tetapi sesuai dengan kemampuan mereka. Apa yang ada pada kita itulah yang harus kita persembahkan kepada Tuhan dengan menolong sesama (2 Kor.8:12). Tuhan tidak menuntut melebihi dari yang kita mampu tetapi dari kemampuan kita. Hanya kita harus jujur dengan apa yang ada pada kita, dengan karunia-karunia Tuhan yang kita terima, jangan berbohong seperti Ananias dan Safira (Kis.5).

 

5.   Saudara-saudara yang terkasih dalam Kristus Yesus,

            Dalam hidupNya di dunia ini Yesus menunjukkan kepedulian-Nya kepada orang-orang menderita, kesulitan, tertindas, terpenjara, miskin dll. Sebagai murid-murid dari Yesus kita hendaknya meneladani Yesus dengan menunjukkan kepedulian kepada sesama. Kita tidak boleh menutup mata terhadap penderitaan dan kesulitan orang lain. Hidup kita harus berarti bagi orang-orang yang Tuhan tempatkan disekeliling kita. Kemampuan untuk menunjukkan kepedulian akan sesama telah Tuhan karuniakan kepada kita, hendaknya kemampuan itu kita pergunakan dan kita aktualkan di dalam hidup kita. Amin.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: