jump to navigation

Memberitakan Tahun Rahmat Tuhan Oktober 4, 2008

Posted by Agus Dasa Silitonga in Khotbah Minggu.
trackback

Khotbah Minggu, XX Setelah Trinitatis, 05 Oktober 2008

 

Nas: Yesaya 61: 1 – 3

 

Memberitakan Tahun Rahmat Tuhan

 

1.   Pendahuluan

      Yesaya 61 ini bagian dari trito-Yesaya atau Yesaya bagian ke-tiga, seorang nabi yang bernubuat setelah pembuangan. Pada tahun 538 sebelum masehi Raja Koresy mengizinkan orang-orang Yahudi untuk pulang ke Yerusalem untuk membangun kembali Bait Suci (Ezra 6:3-5). Sekelompok demi sekelompok orang-orang Yahudi mulai pulang dari pembuangan untuk bergabung dengan golongan masyarakat yang tetap tinggal di Yerusalem dan secara bersama-sama meletakkan dasar Bait Suci (Ezra 5:14-16). Tetapi yang terjadi adalah pembangunan Bait Suci tidak maju-maju, kota masih reruntuhan dan timbul berbagai ketegangan dimana orang-orang, khususnya yang berkecukupan, mengutamakan pembangunan rumahnya sendiri, sedangkan orang-orang miskin tidak dapat berbuat apa-apa untuk pembangunan bait suci dan pembangunan rumahnya sendiri.

      Jadi, walaupun mereka sudah kembali dari pembuangan, tetapi orang-orang Yahudi masih berada di dalam tahun-tahun gelap dan penuh frustasi. Dalam situasi yang demikian bangkitlah seorang nabi dan pengkhotbah yang membawakan firman Tuhan. Teguran lama yaitu untuk tetap setia kepada Tuhan di aktualkan, harapan dan kesadaran baru ditimbulkan dengan tujuan supaya umat Tuhan hidup dan percaya terus. Inti dari pemberitaan trito-Yesaya adalah menghibur umat Israel dan memberitakan keselamatan seperti yang kita temukan dalam nas Yesaya 61:1-3 ini.

 

II.    Keterangan Nas

      Nas Yesaya 61:1-3 ini  berisikan pelantikan dan tugas nabi memberitakan berita sukacita, berita keselamatan kepada umat Tuhan yang sedang mengalami masa-masa kegelapan dan frustasi.

      Tentang hamba-Nya itu Tuhan berfirman: “Aku telah menaruh Roh-Ku atasnya”. Nabi tahu bahwa Roh datang kepadanya, Roh dikaruniakan kepada nabi. Dengan demikian nabi telah diurapi. Pengurapan ini adalah proses pelantikan seseorang menjadi hamba Tuhan. Nabi yang telah dilantik menjadi hamba Tuhan ini membawa kabar baik kepada:

·        orang-orang sengsara, orang-orang yang berkekurangan, miskin dan tertekan.

·        bagi orang-orang yang remuk hati, putus asa, patah semangat

·        bagi orang-orang tawanan

Kabar baik ini menimbulkan kesukaan, kebebasan dan kesembuhan. Waktu itu akan disebut tahun Yobel atau tahun rahmat Tuhan. Dimana pada tahun rahmat Tuhan tersebut akan terjadi pembalasan Tuhan terhadap bangsa-bangsa penindas, orang-orang sombong direndahkan dan orang-orang sengsara ditinggikan Allah (1 Sam.2:1-10).

Perubahan yang akan terjadi ditengah-tengah umat yang frustasi itu digambarkan dengan kiasan yang indah: perhiasan kepala ganti abu (biasanya orang yang berduka menaruh abu di kepalanya); minyak untuk pesta ganti kain kabung, dan nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar.  

      Hamba Tuhan yang dilantik untuk memberitakan Kabar Baik digenapi di dalam Diri Tuhan Yesus Kristus. Ketika Yesus memasuki tempat pengajaran di Nazaret kepada-Nya diberikan kitab Yesaya untuk dibacaNya; Yesus membuka kitab tersebut dan menemukan nas seperti yang tertulis dalam Yesaya 61:1-3 (lih. Lukas  4:18-19). Setelah Yesus membacanya Dia mengatakan: “pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya” (Lukas 4:21). Yesus datang ke dunia ini membawa berita injil keselamatan bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. Kebebasan bagi orang miskin, orang buta, yang dipenjarakan. Dalam seluruh pelayanan-Nya, Tuhan Yesus menunjukkan diakoni sosial, Dia penuh dengan belas kasihan. Dan puncak kasih Tuhan Yesus adalah kematian dan kebangkitanNya yang memperdamaikan manusia berdosa dengan Tuhan, membebaskan manusia dari kuasa dan kematian, manusia telah diangkat dari kegelapan kepada terang, dari kematian kepada kehidupan.

 

III.   Refleksi

1.      Siapakah orang-orang sengsara? Siapakah orang yang remuk hati? Siapakah orang tawanan? Siapakah orang yang dipenjara? Siapakah orang yang berkabung? Kita semua, saya dan suadara. Yesus  datang ke tengah-tengah dunia ini membebaskan kita dari kesengsaraan, merawat hati kita yang remuk karena penderitaan-penderitaan di dunia ini. Dengan kematian dan kebangkitan Yesus kita dibebaskan dari tawanan dan penjara dosa dan kematian. Dia hadir untuk menghibur kita sehingga masa perkabungan kita berakhir dingantikan dengan masa-masa sukacita. Masa yang penuh pengharapan bagi anak-anak Allah.

2.      Sebagai orang-orang yang dikasihani Tuhan,  saat ini kita terpanggil untuk memberitakan tahun rahmat kepada orang-orang disekeliling kita. Saat ini sangat mendesak untuk kita hayati, renungkan dan kita menanyakan kepada diri kita sendiri: “apakah kita sudah melakukan tugas panggilan tersebut? Memberitakan tahun rahmat Tuhan, menyampaikan kabar sukacita bagi orang-orang sengsara, orang yang berduka, membebaskan orang yang tertawan dan terpenjara adalah tugas yang sangat mendesak yang perlu kita respon dengan sungguh-sungguh melalui perbuatan nyata dalam hidup kita.

Saat ini di sekeliling kita sungguh banyak orang yang berada di dalam kesengsaraan karena tekanan ekonomi, mengalami remuk hati karena persoalan-persoalan di tengah-tengah rumahtangga. Terpenjara oleh keinginan-keinginan duniawi dan orang-orang yang berduka. Orang-orang demikian merindukan pertolongan dari Tuhan dimana kitalah yang hendak dipakai Tuhan untuk melaksnakan tugas tersebut. Kiranya Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: