jump to navigation

Wajah Yesus Di Wajah Orang Miskin Oktober 8, 2008

Posted by Agus Dasa Silitonga in Renungan Harian Palito.
trackback

Renungan Harian, Rabu, 08 Oktober 2008

 

Wajah Yesus Di Wajah Orang Miskin

Matius 25:40

“Dan Raja itu akan menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku”

 

Kalau kita ditanyakan apakah ingin melihat wajah Yesus sama seperti murid-murid 2000 tahun yang lalu? Tentu kita semua ingin. Buktinya beberapa tahun lalu di satu tempat di Jakarta Pusat dipenuhi orang-orang yang ingin melihat wajah Yesus yang kabarnya tergambar di dinding rumah penduduk. Terlepas benar atau tidak benar yang tergambar di dinding rumah tersebut adalah wajah Yesus, kejadian demikian tidak setiap hari kita temui. Apakah kita dapat melihat wajah Yesus setiap saat dalam hidup kita di dunia ini? Tentu saja. Bunda Theresia berkata: kalau kita ingin melihat Yesus lihatlah di wajah orang-orang yang miskin dan hina. Pendapat bunda Theresia ini didasari perkataan Yesus dalam nas ini: “segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku”.  

Setiap saat kita dapat melihat wajah Yesus asal saja kita mau membuka mata melihat orang-orang yang menderita, yang hina dan yang miskin disekeliling kita (orang yang lapar, yang haus, orang yang asing, yang telanjang, yang sakit, yang di dalam penjara, ddl) .  Perbuatan kita tidak berhenti hanya sebatas melihat saja, tetapi berlanjut kepada tindakan dengan menolong mereka di dalam penderitaannya (memberi makan, memberi minum, memberi tumpangan, memberi pakaian, melawat, mengunjungi, dll). Tindakan yang kita lakukan harus dengan tulus tanpa mengharapkan balasan atau pamrih. Ketika kita membantu orang-orang miskin dan hina dengan sendirinya kita juga telah menunjukkan Yesus kepada mereka (bnd. Yoh.13:35 “Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi”).

Setiap orang akan mempertanggungjawabkan kehidupannya di dunia ini dalam penghakiman terakhir. Betapan sukacitanya ketika hari penghakiman terakhir itu tiba Anak Manusia berkata kepada kita: “mari, hai kamu yang diberkati oleh BapaKu, terimalah kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan” (Mat.25:34). Tidak seorangpun yang tahu kapan penghakiman terakhir itu berlangsung; sebab itu selagi masih ada kesempatan marilah kita berbuat baik .

 

Doa :   Ya Tuhan, pakailah hidup kami menjadi alatMu di dunia ini untuk mengasihi saudara-saudaraMu. Amin.   

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: