jump to navigation

Menaruh Belas Kasihan Kepada Orang Lemah, Memiutangi Tuhan Oktober 10, 2008

Posted by Agus Dasa Silitonga in Renungan Harian Palito.
trackback

Renungan Harian, Jumat, 10 Oktober 2008

 

Menaruh Belas Kasihan Kepada Orang Lemah, Memiutangi Tuhan

 

Amsal 19: 17

“Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi Tuhan,

 yang akan membalas perbuatannya itu”

 

 

            Mungkin kita heran membaca perkataan penulis Amsal yang mengatakan bahwa kita memiutangi Tuhan. Siapakah yang berhutang? Tuhan atau kita. Sebenarnya kitalah yang berutang kepada Tuhan dan utang tersebut adalah utang yang tidak akan pernah bisa kita bayar lunas sampai kapan pun. Kalau demikian apa yang mau disampaikan penulis Amsal kepada kita? Yang mau dikatakan adalah dalam hidup ini marilah kita lebih sungguh-sungguh lagi menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, orang yang miskin sebab dari mereka kita tidak akan mengharapkan balasan. Sedangkan ketika kita melakukan sesuatu kepada orang yang kuat, orang yang kaya, biasanya kita mengharapkan balasan dari apa yang kita perbuat tersebut; selain itu orang yang kuat dan kaya tersebut memiliki kemampuan untuk membalas apa yang kita perbuat meskipun kita tidak mengharapkannya.

            Jika kita menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah dimana kita tidak mengharapkan balasan bukan berarti perbuatan kita itu menjadi sesuatu yang sia-sia. Perbuatan kita itu akan mendapat balasan dari Tuhan sumber segala berkat dan karunia. Sebab memberi dengan kemurahan  hati dari milik kita untuk menolong orang lemah dan miskin merupakan sebuah cara melayani Tuhan.

Namun harus juga kita ingat janganlah kita berbuat sesuatu hanya untuk mengharapkan balasan, termasuk balasan dari Tuhan; biarlah perbuatan kita itu dimotivasi karena kita memang berhutang kepada kasih karunia Tuhan. Mengenai balasan dari apa yang kita perbuat tersebut biarlah Tuhan yang menentukannya, sebab Dia berkuasa melakukan melebihi dari apa yang kita pikirkan dan rencanakan. Jadi kepada orang lemah dan miskin jangan pernah ada istilah kita meminjamkan tetapi kita memberikan.

 

Doa:       Ya Tuhan, ajar kami untuk lebih sungguh-sungguh lagi menaruh belaskasihan kepada orang-orang yang lemah. Amin.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: