jump to navigation

Dibenarkan Karena Iman Oktober 12, 2008

Posted by Agus Dasa Silitonga in Khotbah Minggu.
trackback

Khotbah Minggu, XXI Setelah Trinitatis, 12 Oktober 2008

 

Nas: Roma 3: 23 – 28

 

Dibenarkan  Karena Iman

 

1.   Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,

      Jemaat Roma alamat surat rasul Paulus ini bukanlah hasil dari penginjilan yang dilakukan oleh rasul Paulus. Namun biarpun demikian rasul Paulus mempunyai keinginan yang besar dan meluap-luap ingin secepatnya dapat mengunjungi jemaat di Roma. Keinginan tersebut selalu gagal karena berbagai hal sehingga rasul Paulus mengirim surat ini untuk memperkenalkan dirinya kepada  jemaat di Roma yang di dalamnya kita menemukan pemikiran teologis rasul Paulus.

     

      Salah satu pemikiran teologis Paulus dalam surat Roma ini adalah masalah pembenaran. Bagaimanakah manusia itu dibenarkan? Manusia dibenarkan bukan karena melakukan hukum taurat tetapi karena iman kepada kasih karunia Allah di dalam penebusan AnakNya Tuhan Yesus Kristus. Jalan Allah bukanlah jalan hukum melainkan jalan anugerah; bukan didasarkan pada apa yang dapat kita perbuat tetapi didasarkan atas apa yang telah diperbuat Allah untuk kita manusia berdosa. Namun kita harus mengingat kalau manusia berdosa dibenarkan karena iman bukan berarti hukum taurat menjadi tidak perlu dalam kehidupan kita. Yesus datang ke dunia ini bukan untuk meniadakan hukum taurat tetapi untuk menggenapinya. Hukum taurat itu tetap perlu dan berguna bagi hidup umat manusia. Hukum taurat sangat penting untuk menyadarkan manusia akan dosa dan pelanggarannya. Hukum taurat berguna memperlihatkan kepada manusia kelemahannya dan keadaannya yang penuh dosa.

 

2.   Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,

      Dalam nas ini ada beberapa hal yang sangat berharga dan penting untuk kita pelajari dan kita renungkan:

     

      Pertama:    Yang dibenarkan dan diselamatkan adalah yang mengakui bahwa dia manusia berdosa

      Suatu hari, seorang Gubernur mengunjungi penjara dimana orang-orang yang melakukan tindakan kejahatan dipenjarakan dan dibina. Pada kunjungan tersebut sang gubernur bertanya kepada orang yang dipenjarakan: Kenapa mereka dipenjarakan? Orang pertama berkata: bahwa dia tidak bersalah bahwa dia difitnah. Orang kedua menjawab: bahwa  hakim salah mengambil keputusan yang memutuskan dia bersalah. Orang ketiga menjawab: bahwa dia bersalah dan dia mengaku bahwa dia layak dihukum. Kepada orang yang ketiga tersebut sang gubernur berkata: saya memberikan pengampunan kepadamu. Hari itu juga dia dibebaskan dari penjara.

      Rasul Paulus mengatakan: “karena semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah”. Hanya orang yang mengaku dirinya berdosa membutuhkan pengampunan dosa; hanya orang yang mengaku bahwa dirinya tidak benar membutuhkan supaya dia dibenarkan; hanya orang yang mengaku bahwa dirinya lemah akan memperoleh pertolongan; hanya orang yang mengaku bahwa dirinya telah kehilangan kemuliaan Allah akan dipulihkan kemuliaannya. Untuk menunjukkan pembenaran adalah cuma-cuma rasul Paulus mempergunakan seseorang yang tidak bersalah berdiri dihadapan hakim yang memperlakukannya sebagai orang yang tidak bersalah artinya dia dibebaskan. Tetapi dalam hubungan manusia dengan Allah, manusia adalah bersalah, tetapi Allah dalam kemurahanNya yang menakjubkan telah memperlakukan, memperhitungkan, menghargainya sebagai manusia yang tidak bersalah. Kesalahan dan dosa manusia tidak diperhitungkan karena manusia itu mengakui bahwa dia adalah manusia berdosa dan dia tidak berkuasa menjadi benar hanya karena perbuatannya; jadi manusia itu hanya mengandalkan kemurahan dan kasih karunia Tuhan belaka yang dapat membenarkan dan menyelamatkannya. Hanya orang yang mengaku bahwa dia berdosa akan memperoleh pengampunan dan keselamatan. Sebab Yesus datang bukan untuk orang-orang yang sehat tetapi kepada orang-orang yang sakit dan hanya orang sakitlah yang membutuhkan penyembuhan.

 

      Kedua:    Pembenaran dan keselamatan diberikan karena kasih karunia dan dengan cuma-cuma

      Orang Yahudi biasanya untuk memohon pengampunan dosa dan perdamaian adalah dengan membawa persembahan korban bakaran kepada Allah. Tujuannya adalah supaya korban itu menyingkirkan hukuman yang akan menimpanya karena dosa dan pelanggaran yang dilakukannya. Tetapi, semua korban tersebut gagal mencapai tujuan yaitu pengampunan dan perdamaian. Segala korban-korban bakaran gagal memperbaiki hubungan manusia dengan Allah. Dengan persembahan dan korban apakah manusia itu diselamatkan dan dibenarkan? Rasul Paulus mengatakan bahwa hanya dengan penebusan Yesus Kristus manusia itu dibenarkan dan diselamatkan. Allah telah menentukan Yesus Kristus menjadi korban satu-satunya untuk membenarkan dan menyelamatkan manusia sekali untuk selama-lamanya. Apa yang terjadi di kayu salib membuka kembali hubungan baik dengan Allam, suatu pintu atau jalan yang tidak dapat dibuka oleh korban-korban yang lain. Apakah dengan demikian kita tidak perlu lagi memberikan persembahan kepada Tuhan? Perlu. Tetapi bukan lagi untuk memperoleh pembenaran dan keselamatan melainkan  sebagai ungkapan syukur atas keselamatan yang telah dikarunia secara cuma-cuma kepada kita.

 

      Ketiga:    Dibenarkan karena iman kepada kasih karunia penebusan di dalam Yesus Kristus

      Ada satu aliran Yudaisme yang mengadakan perhitungan laba rugi dengan Allah. Pada akhirnya, orang akan sampai pada pengertian, bahwa Allah berhutang padanya. Padahal manusialah yang berdosa dan berhutang kepada Allah; tak ada seorang pun yang dapat memperbaiki hubungannya dengan Allah melalui usahanya sendiri. Oleh sebab itu, tidak ada lagi alasan untuk merasa puas atau menyombongkan usahanya sendiri. Yang dibutuhkan adalah iman kepada kasih karunia penebusan di dalam Yesus Kristus. Kasih karunia penebusan di dalam Yesus Kristus berkuasa dan berkarya jika seseorang itu mengimaninya. Iman yang dimaksud rasul Paulus adalah ketaatan, kesetiaan dan percaya akan kuasa Tuhan yang membenarkan dan menyelamatkan orang berdosa.

      Iman kepada kasih karunia penebusan di dalam Yesus Kristus harus nyata di dalam kehidupan sehari-hari; sebab iman tanpa perbuatan adalah mati.

 

3.   Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,

      Kita semua adalah orang-orang yang berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Karena dosa seharusnya kita harus dihukum tetapi syukur kepada Allah yang telah membenarkan kita dengan kasih karunia dalam penebusan AnakNya Tuhan Yesus Kristus. Saat ini kita dituntut supaya iman kita semakin bertumbuh dan lebih dewasa. Dan kita menunjukkan buah dari iman di dalam kehidupan kita melalui perbuatan-perbuatan yang baik. Amin.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: