jump to navigation

Mesias Raja Damai, Jawaban Penderitaan Umat Manusia Oktober 12, 2008

Posted by Agus Dasa Silitonga in Khotbah Epistel.
trackback

Khotbah Epistel, Minggu XXI Setelah Trinitatis, 12, Oktober 2008

 

Nas: Yesaya 11: 1 – 10

 

Mesias Raja Damai, Jawaban Penderitaan Umat Manusia

 

1.   Saudara-saudara yang terkasih dalam Kristus Yesus,

Bangsa Yehuda sedang mengalami ancaman invasi dari bangsa adi-kuasa pada waktu itu yaitu bangsa Asyur. Pada mulanya bangsa Yehuda memilih tunduk kepada Asyur tetapi lama kelamaan bangsa Yehuda tidak tahan harus membayar upeti kepada Asyur sehingga Yehuda membina hubungan dengan Mesir untuk melakukan pemberontakan kepada Asyur. Tindakan ini sudah diperingatkan Yesaya supaya mereka tidak meminta pertolongan kepada bangsa asing sebab mereka memiliki Allah yang berkuasa menolong mereka. Akibat pemberontakan itu Yehuda akhirnya dijajah Asyur dan akibatnya mereka mengalami penderitaan. Umat yang menderita tersebut mengharapkan datangnya penolong yang dapat membebaskan mereka dari penjajahan Asyur. Dalam situasi kerinduan umat akan datangnya penolong, nabi Yesaya diutus Tuhan ketengah-tengah umatNya untuk menubuatkan kehadiran Raja Damai yang akan membebaskan mereka dari penderitaan karena penjajahan.

 

2.   Saudara-saudara,

      Apa yang dinubuatkan nabi Yesaya ini sudah digenapi di dalam Diri Tuhan Yesus Kristus. Dia-lah Mesias, Raja Damai yang dinubuatkan nabi Yesaya. Dia datang ke dunia ini untuk melepaskan dan menyelamatkan orang-orang yang percaya kepada-Nya dari penderitaan dan kesusahan yang dialaminya. Mesias Raja Damai yang akan datang itu adalah jawaban atas kerinduan kita akan kelepasan dari segala bentuk penderitaan. Tuhan akan melepaskan kita dari penderitaan:

 

      a. Kalau kita percaya dan berpengharapan kepada kuasa Tuhan

                        Umat Tuhan digambarkan seperti ‘tunggul Isai’. Tunggul adalah bekas pohon yang ditebang dan tidak akan tumbuh kembali; demikianlah Yehuda sudah runtuh kejayaannya dan tidak ada harapan untuk bangkit dan kembali dalam kejayaan seperti pada zaman raja Daud. Tetapi dengan secara luar biasa dengan kuasa-Nya Tuhan menumbuhkan dari ‘tunggul’ suatu tunas yang baru, yang kuat dan subur, sehingga tunas itu akan tumbuh menjadi taruk yang berbuah. Hal ini menunjukkan bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil (bnd. Lukas 1:37). Tunas yang tumbuh dari tunggul Isai menjadi harapan baru bagi Israel. Dialah Mesias yang diurapi secara luar biasa oleh Roh Tuhan (Roh Kudus) supaya dapat melaksanakan kehendak Bapa dan membawa keselamatan penuh kepada bangsa-bangsa.  Mesias itu diperlengkapi dengan perlengkapan: roh hikmat dan pengertian, roh nasehat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan Tuhan dan kesenangannya ialah takut akan Tuhan. Semua perlengkapan tersebut adalah perlengkapan untuk memimpin umatNya; dengan perlengkapan tersebut dia dapat ‘melihat’ dan ‘mengerti’ dengan tepat dan tajam sampai inti segala persoalan; dia dapat mengerti manusia dalam segala macam keadaan.  

                        Sama seperti bangsa Yehuda dalam nas ini yang digambarkan seperti ‘tunggul’, bisa saja kita kehilangan semangat dan pengharapan karena begitu banyaknya penderitaan dan pergumulan hidup yang kita hadapi. Perkataan ‘suatu tunas akan tumbuh dari tunggul Isai’ mengingatkan kita bahwa Tuhan berkuasa untuk membuat pembaruan dan sukacita bagi orang-orang yang percaya dan berpengharapan. Apa yang bagi kita kelihatan mustahil hal itu sangat mungkin bagi Tuhan demikian bait sebuah nyanyian rohani. Karena itu jangan pernah putus asa sebab tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.

 

      b. Kalau kita hidup di dalam kebenaran (Firman) Tuhan                      

                        Seorang raja dunia ini dapat berkuasa kalau dia memiliki senjata (alat-alat perang) dan kekuasaan. Namun tidak demikian halnya dengan Raja Damai yang akan datang itu. Raja Damai itu datang bukan dengan pedang atau senjata bedil melainkan  dengan firmannya yang disebut sebagai ‘tongkat mulutnya’ atau ‘nafas bibirnya’. Dia memukul dengan kuat kuasa yang diberikan Roh Tuhan. Firman yang keluar dari mulut-Nya tidak akan kembali dengan sia-sia, tetapi akan melaksanakan apa yang dikehendaki-Nya. Dia akan mendirikan kerajaan Mesias yang didasarkan atas keadilan dan kebenaran yang akan membuahkan kesejahteraan yang meliputi seluruh bumi.

                        Dalam kehidupan kita di dunia ini kita sering berhadapan dengan ketidakadilan, supremasi hukum tidak ditegakkan, pembuat undang-undang melanggar undang-undang yang diperparah dengan tidak berkuasanya hukum menjangkau penguasa-penguasa yang melakukan pelanggaran. Melihat hal-hal yang demikian bisa saja kita menjadi pesimis mengenai masa depan dan kesejahteraan kehidupan berbangsa dan bernegara. Bisa saja kita menjadi putus asa karena di dalam diri kita tidak ada senjata atau kekuatan yang dapat menghadapinya. Firman ini mengingatkan kita bahwa kita mempunyai senjata yang ampuh untuk tetap bertahan bahkan mengalahkan segala bentuk ketidakadilan yaitu firman Tuhan. Firman Tuhan menjadi pelita dan terang yang dapat menuntun setiap orang ke dalam hidup yang benar. Supaya keadilan dapat ditegakkan setiap orang harus hidup di dalam firman Tuhan, firman Tuhan (kebenaran) menjadi senjata di dalam hidupnya.

 

c. Kalau kita hidup di dalam (pembawa) damai

                  Raja yang akan datang itu datang bertujuan untuk mendirikan kedamaian di bumi ini; serigala akan tinggal bersama domba, macan tutul akan berbaring di samping kambing, anak lembu dan singa akan makan rumput bersama-sama….anak-anak menyusu akan bermain-main dekat liang ular tedung dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak. Tidak akan ada yang berbuat jahat atau yang berlaku busuk…sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan Tuhan…”. Keadaan seperti di Firdaus, permusuhan yang ditimbulkan oleh karena dosa manusia dan ular (Kej.3:15) telah berakhir, bumi ini dilepaskan dari kesia-siaan dan dari kebinasaan. Seluruh bumi ini menjadi gunung Tuhan yang kudus dimana tidak ada lagi segala bentuk kejahatan dan kebusukan sebab bumi penuh dengan pengenalan akan Tuhan. Raja yang akan datang itu (Mesias) akan ditinggikan seperti panji-panji dan semua bangsa akan mencariNya untuk mendapatkan ‘pengetahuan, hikmat dan nasihat’. Demikianlah ‘akar Isai’  yang mula-mula tumbuh dengan sederhana dan wujudnya pun tidak menarik (bnd. Yes.53:2), tetapi kemudian menjadi kemuliaan segala bangsa di bumi.

                  Saat ini, orang-orang Kristen (pengikut Kristus) terpanggil menjadi duat-duta perdamaian. Tidak zamannya lagi orang Kristen yang harus didamaikan, menjadi sumber perpecahan, sebaliknya kehadirannya selalu menghadirkan kedamaian. Orang Kristen harus menghidupi doa perdamaian Fransiskus dari Asisi yang mengatakah: “Tuhan, jadikanlah aku pembawa damai. Bila ada kebencian jadikanlah aku pembawa cinta kasih.  Bila ada hati yang terluka, jadikanlah aku pembawa pengampunan.  Bila ada kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian.  Bila ada keputusasaan  jadikanlah aku pembawa harapan. Bila ada kegelapan jadikanlah aku pembawa terang. Bila ada kesedihan jadikanlah aku pembawa kegembiraan. Tuhan semoga aku lebih ingin menghibur daripada dihibur, memahami daripada dipahami, mencintai daripada dicintai. Sebab dengan memberi aku menerima, dengan mengampuni aku diampuni, dengan mati suci aku bangkit lagi untuk hidup selama-lamanya”.

 

5.   Saudara-saudara yang terkasih dalam Kristus Yesus,

      Jangan pernah putus asa sebab Tuhan berkuasa melakukan melebihi dari apa yang kita pikirkan. Mesias Raja Damai, Tuhan Yesus Kristus telah datang ke dunia ini untuk melepaskan kita dari penderitaan dan pergumulan. Apabila sampai saat ini kita masih harus mengalami penderitaan dan pergumulan firman Tuhan menjadi kuasa yang menguatkan dan meneguhkan kita menghadapinya bahkan mengalahkannya. Kedamaian harus selalu diberitakan sehingga tujuan kedatangan Mesias ke dunia ini yaitu menegakkan kedamaian terwujud. Amin.

Komentar»

1. Jerry - Januari 17, 2009

TOP TUHAN YESUS KRISTUS

Agus Dasa Silitonga - Januari 19, 2009

Mari Kita Puji Dan Muliakan Nama-Nya dalam seluruh kehidupan kita.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: