jump to navigation

Mengaku Dosa Untuk Menerima Pengampunan Oktober 18, 2008

Posted by Agus Dasa Silitonga in Khotbah Minggu.
trackback

Khotbah Minggu, Minggu XXII Setelah Trinitatis, 19, Oktober 2008

 

Nas: Mazmur 51: 9 – 15

 

Mengaku Dosa Untuk Menerima Pengampuan  

 

1.   Saudara-saudara yang terkasih dalam Kristus Yesus,

Permasalahan terbesar yang dihadapi manusia adalah dosa. Dosa adalah pabrik atau sumber penderitaan yang dialami manusia di dunia ini. Kekacauan dunia yang mengakibatkan penderitaan, kemiskinan, kesengsaraan manusia di seluruh dunia adalah juga akibat dosa. Menyelesaikan permasalahan mengenai dosa adalah misi Tuhan Yesus datang ke dunia ini. Dia datang membawa pengampunan dosa bagi orang-orang yang mau datang dan percaya kepada-Nya. Akibat dosa adalah kematian, dan kematian akibat dosa itulah yang ditaklukkan Yesus melalui kematian dan kebangkitanNya. Di dalam Yesus sudah tersedia pengampunan dosa. Persoalannya adalah: apakah kita mau mengaku dosa dan memohon pengampunanNya. Mengenai hal itulah yang kita temukan dalam pemberitaan firman yang tertulis dalam Mazmur 51: 9 – 15 ini.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,

Mazmur 51 ini adalah doa pribadi raja Daud yang mengaku dosa dan memohon pengampunan Tuhan atas dosa-dosanya ketika nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba.

Saudara-saudara,

Kalau kita membaca 2 Samuel 11 – 12, disana diberitakan bahwa raja Daud begitu tergoda akan kecantikan dan keelokan Batsyeba yang sudah bersuami bernama Uria. Daud menyuruh orang mengambil dia dan melakukan perselingkuhan dengan Batsyeba yang kemudian mengandung hasil perselingkuhan. Ketika Daud mendengar bahwa Batsyeba telah mengandung. Dengan kekuasaan yang dimilikinya Daud memerintahkan supaya Uria di tempatkan di barisan paling depan dalam pertempuran yang hebat supaya dia mati dan dengan demikian dia bisa memiliki Batsyeba karena sudah janda. Dan memang setelah Uria mati dan masa perkabungan Batsyeba telah berakhir, Daud menjadikannya menjadi Batsyeba menjadi isterinya.

Saudara-saudara yang dikasihi Yesus Kristus,

Apa yang dilakukan Daud ini adalah jahat di mata Tuhan. Tuhan mengutus nabi Natan untuk memperingatkan Daud atas kejahatan yang telah dilakukannya. Nabi Natan memperingatkan Duad dengan menceritakan sebuah cerita yang menunjukkan ketidakadilan yang dilakukan seorang yang kaya kepada seorang yang miskin. Dengan spontan raja Daud mengataka: “demi Tuhan yang hidup orang yang melakukan itu harus dihukum mati, dan harus mengganti segala kerugian yang diderita orang miskin tersebut”. Selanjutnya nabi Natan berkata: “engkaulah orang itu”. Dan hukuman Tuhan terhadap Daud adalah: “bahwa pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya”.

 

2.   Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,

      Kita semua adalah manusia-manusia yang berdosa yang sering melakukan kesalahan di hadapan Tuhan dan di hadapan sesama. Dosa dan kesalahan tidaklah baik kalau disembunyikan sebab tidak ada yang tersembunyi di hadapan Tuhan. Sebaliknya dosa dan kesalahan harus segera dibereskan. Dosa dapat dibereskan dengan datang menghadap Tuhan mengaku segala dosa dan kesalahan kita serta memohon pengampunan-Nya; seperti yang dilakukan raja Daud dalam nas ini.  Kalau kita membaca Mazmur 51: 9 -15 ini, kita dapat mempelajari bagaimana raja Daud dalam hal memohon pengampunan dosa:

 

      a.   Mengaku Dosa dan Memohon Pengampunan

                  Mengenal diri sebagai manusia berdosa sangat penting dalam rangka memohon pengampunan dosa. Banyak orang yang merasa dirinya benar dan tidak berdosa, tetapi ada juga orang yang tidak tahu lagi bahwa yang dilakukannya adalah dosa karena sudah terlalu sering dilakukan, sudah menjadi kebiasaan. Ada juga yang menutupi dosanya dengan mencari kambing hitam atau melemparkan kesalahan dan dosa kepada orang lain. Orang-orang yang demikian tidak akan mau memohon pengampunan dosa sebab merasa tidak berdosa.

            Saudara-saudara,

                  Hanya yang mengaku bahwa dia seorang yang berdosa dan sadar bahwa dia berdosa yang mau memohon pengampunan dan orang-orang yang sungguh-sungguh merindukan dan membutuhkan untuk diampuni. Hal itulah yang ditunjukkan raja Daud, dia tidak membenarkan dirinya atau mencari kambing hitam, tetapi dia mengaku bahwa dia seorang yang berdosa. Dalam Mzm.51:5-7 raja Daud mengaku: “aku sadar akan pelanggaranku, aku bergumul dengan dosaku, terhadap Engkau aku berdosa, aku melakukan apa yang Kau anggap jahat, dalam kesalahan aku dilahirkan dan dalam dosa aku dikandung ibuku”. Memang tidak dijelaskan secara rinci apa saja dosa-dosa yang dilakukan Daud, tetapi secara khusus dosa yang dilakukannya adalah perbuatannya kepada Uria untuk mendapatkan Batsyeba.

                  Seseorang yang memiliki kesadaran yang begitu mendalam akan dosanya melahirkan pengakuan dosa yang dilanjutkan dengan mohon pengampunan dosa. Pertama; memohon agar Tuhan melepaskannya dari dosanya dengan hisop, agar menjadi tahir kembali. Hisop adalam semacam semak. Di Palestina, hisop biasanya tumbuh di atas tanah yang berbatu, karena baunya yang harum digunakan sebagai alat pemercikan dan pentahiran ritual. Pemazmur ingin bersih kembali lebih putih dari salju (bnd. Rat. 4:7). Kedua: memohon agar ‘dapat mendengar lagi kegirangan dan sukacita’. Keadaan di dalam dosa adalah keadaan seperti orang yang tulang-tulangnya diremukkan oleh Tuhan, tidak ada kegirangan dan sukacita yang ada adalah penderitaan dan kesusahan. Dengan memohon pengampunan dosa pemazmur menginginkan kegirangan dan sukacita ada di dalam hidupnya. Ketiga; memohon agar Tuhan menyembunyikan wajahNya terhadap dosanya. Artinya Tuhan tidak memandang dosanya yang menjadi alasan untuk menghukumnya.

                 

            Saudara-saudara yang terkasih dalam Yesus Kristus,

                  Apakah kita sudah menyadari dan mengaku bahwa kita adalah manusia berdosa? Jika sudah akuilah segala dosa dan kesalahan dihadapan Tuhan dan mohonlah pengampuna-Nya. Jangan pernah merasa malu mengaku dosa sebab hanya orang yang mengaku dosa yang akan diampuni.  

           

      b.   Keinginan untuk bertobat                       

                  Pertobatan belumlah sempurna  hanya dengan memohon pengampunan, itu baru separoh perjalanan. Dalam ay.12-14, pemazmur sampai pada kepenuhan pertobatan. Pemazmur memohon supaya batinnya diperbaharui dengan roh yang teguh. Permohonan supaya batinnya diperbaharui adalah keinginan untuk bertobat dan keinginan untuk menjadi seorang yang taat dan setia kepada Tuhan. Roh yang teguh adalah roh yang tidak lagi dikuasai dan diperhamba dosa tetapi roh yang dengan rela melakukan kehendak Tuhan. Dengan melakukan kehendak Tuhan dia tidak akan dibuang dari hadapan Tuhan sebaliknya dia akan diselamatkan dimana Roh Kudus akan berdiam di dalam diri pemazmur yang menentukan arah dan kehidupannya. Intinya dengan permohonannya ini pemazmur tidak mau dipisahkan dari Tuhan sebab dengan kehadiran Tuhan dia akan dikuatkan untuk menjadikan dirinya seluruhnya hidup bagi Tuhan.

                 

            Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,

                  Mengaku dosa dan memohon pengampunan dosa tidaklah lengkap tanpa adanya keinginan untuk bertobat.         Pertobatan adalah kembali kepada Allah dan melakukan kehendak Allah dengan taat dan setia. Untuk menjadi taat dan setia tentu membutuhkan pembaharuan dan pembaharuan itu hanya berasal dan bersumber dari Tuhan. Oleh sebab itu, kita harus membina hubungan dan persekutuan yang baik dengan Tuhan sehingga RohNya yang kudus menguatkan kita melakukan segala perintahNya dengan taat dan setia sebagai buah dari pertobatan.

     

      c.   Menjadi alat di tangan Tuhan

                  Bersyukur merupakan respon kita atas pengampunan dosa dan pembaharuan hidup yang Tuhan lakukan dalam hidup kita. Sebab hanya dengan pengampunan dan dengan pembaharuan yang dilakukan Tuhan kita mendapatkan kembali kegirangan dan sukacita yang karena dosa sempat hilang dari kehidupan kita. Sebagai tanda hati yang bersyukur karena karya Tuhan yang mengampuni dan membaharui hidupnya pemazmur menyatakan janjinya bahwa dia akan mengajarkan jalan Tuhan kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang yang berdosa berbalik kepada Tuhan. Pemazmur tidak mendiamkan kasih setia Tuhan tetapi dia membagikannya kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran; pemazmur menjadi alat di tangan Tuhan untuk memanggil setiap orang kepada pertobatan (berbalik kepada Allah dengan meninggalkan jalan hidup yang salah).

 

            Saudara-saudara yang dikasihi Yesus Kristus,

                  Tuhan Yesus mengatakan: “demikian juga ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih daripada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan” (Lukas 15:7; lih. Lukas 15: 10, 32). Sebagai orang-orang yang sudah menerima kasih karunia dan pengampunan dari Allah di dalam kematian dan kebangkitan AnakNya Tuhan Yesus Kristus kita diberi tanggungjawab untuk membuat di sorga ada sukacita dengan memberitakan kasih setia dan jalan Tuhan kepada orang-orang yang masih di dalam kegelapan, yang masih dikuasai oleh perbuatan-perbuatan pelanggaran. Kita terpanggil untuk turut serta mengambil bagian dalam program HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) di tahun 2008 ini yang ditetapkan sebagai tahun marturia (bersaksi) dengan membawa satu orang (mamboan sadanari) kepada Kristus.  

           

5.   Saudara-saudara yang terkasih dalam Kristus Yesus,

            Dosa bukanlah sesuatu yang harus ditutup-tutupi atau disembunyikan. Langkah yang terbaik adalah datang kepada Yesus Kristus. Dengan berani mengaku dosa dihadapan takhta kasihNya dan memohon pengampunan. Percayalah, kegirangan dan sukacita akan mewarnai kehidupan kita dan kita akan Tuhan pakai untuk memberitakan dan mengajarkan kasih setia-Nya kepada orang-orang disekitar kita. Ingatlah, bahwa lumbung Tuhan tidak pernah penuh selalu ada tempat bagi orang yang mau bertobat dan berbalik kepada Tuhan. Orang-orang percaya adalah pekerja Tuhan untuk memanen tuai dan memasukkannya ke lumbung Tuhan. Amin.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: