jump to navigation

Berjalan Di Jalan Lurus Oktober 20, 2008

Posted by Agus Dasa Silitonga in Renungan Harian Palito.
trackback

Renungan Harian, Senin, 20 Oktober 2008

 

Berjalan di Jalan Lurus

 

Amsal 3: 6 – 7

“Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.

Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak,

takutlah akan Tuhan dan jauhilah kejahatan”

 

Berjalan di jalan yang lurus adalah kerinduan setiap orang. Sangat jarang orang memilih jalan yang berliku-liku sebab di sana ada bahaya yang mengancam. Dalam nas ini dikatakan “meluruskan jalanmu” bukanlah berarti jalan yang kita jalani itu jalan yang mudah dan mulus tanpa hambatan. Hambatan itu ada tetapi kita dapat melewatinya, kita tidak menyimpang ke kanan dan ke kiri sebab Tuhan menuntun kita menjalaninya. Tuhan akan membuang segala hambatan dalam perjalanan yang kita tempuh.

Kalau kita membaca nas Amsal 3: 6 – 7 ini, apakah yang harus nyata dalam hidup kita supaya Tuhan meluruskan jalan yang kita jalani? Pertama; mengakui Tuhan dalam hidup kita. Mengakui Tuhan artinya taat dan tunduk kepada otoritas Tuhan dalam semua kegiatan dan tujuan hidup kita. Kedua: tidak bergantung kepada kebijakan sendiri. Menjadi bijak, pintar melalui pendidikan sekuler tidak salah. Yang salah adalah ketika kita hanya mengandalkan kebijakan yang kita miliki untuk menentukan tujuan hidup kita. Tidak bergantung kepada kebijakan sendiri itu berarti kita bergantung dan mengandalkan Tuhan. Ketiga: takut akan Tuhan dan menjauhi yang jahat. Orang yang takut akan Tuhan adalah orang yang menyadari bahwa Tuhan akan menuntut pertanggungjawaban atas kehidupan yang telah dijalani sehingga  tidak akan melakukan kejahatan.

Jika kita mau berjalan di jalan lurus artinya kita sampai ke tujuan meskipun kita menghadapi hambatan-hambatan, hidup kita harus hidup yang bergantung dan mengandalkan Tuhan, takut akan Tuhan dan melakukan yang baik yang berkenan kepada Tuhan.

 

 

Doa:    Ya Tuhan, luruskanlah jalan yang kami jalani sehingga kami anak-anakMu sampai kepada tujuan yang Engkau kehendaki. Amin.  

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: