jump to navigation

Berilah Dirimu Diselamatkan Oktober 30, 2008

Posted by Agus Dasa Silitonga in Khotbah Epistel.
trackback

Khotbah Epistel, Minggu XXIV Setelah Trinitatis, 02 Nopember 2008

 

Nas:  Kisah Para Rasul 2: 37 – 41

 

Berilah Dirimu Diselamatkan

 

1.   Kisah Para Rasul adalah bagian kedua dari tulisan Lukas (bagian pertama Injil Lukas). Jika pada Injil Lukas penulis menyampaikan berita tentang Yesus dan pelayanan-Nya dalam Kisah Para Rasul penulis menyampaikan berita tentang pekerjaan para rasul setelah turunnya Roh Kudus pada hari Pentakosta.

      Pada saat turunnya Roh Kudus, terjadi hal yang luar biasa kepada murid-murid. Mereka yang sebelumnya hidup di dalam ketakutan sepeninggalan Sang Guru, Yesus Kristus, setelah turunnya Roh Kudus di dalam diri murid-murid ada keberanian untuk memberitakan Yesus Kristus.

2.   Nas Kisah 2: 37 – 41 ini adalah kejadian setelah turunnya Roh Kudus di mana Petrus berkhotbah di tengah-tengah orang banyak di Yerusalem pada waktu itu. Orang banyak begitu terharu mendengar pemberitaan Petrus sehingga mereka bertanya kepada murid-murid: “apakah yang harus kami lakukan saudara-saudara”? Pada saat ini 3000 orang memberikan dirinya dibaptis dan menjadi pengikut Kristus. Dengan mempercayai Yesus yang diberitakan Petrus dan memberikan dirinya dibaptis itu artinya mereka telah memberikan dirinya untuk diselamatkan oleh Tuhan Yesus Kristus.

3.   Berilah Dirimu Diselamatkan. Kalau kita membaca nas Kisah 2: 37 – 41 apa yang harus kita perbuat sebagai tanda bahwa kita Memberikan Diri Untuk Diselamatkan:

     

      Pertama:  Mendengar Firman Tuhan Dengan Sungguh-Sungguh.

      Dalam sebuah pemberitaan memang pemberita firman mempunyai peranan penting sehingga dibutuhkan pemberita firman yang baik. Tetapi firman Tuhan dapat menyentuh tidak hanya ditentukan oleh pemberita firman, tetapi juga ditentukan oleh pendengar firman itu sendiri. Pendengar firman harus pendengar yang baik, yang mempersiapkan hati dan pikirannya untuk menerima firman sehingga firman dapat menyentuh hatinya dan membawa pembaharuan di dalam hidupnya. Seperti apa pun baiknya pemberita firman jika pendengarnya tidak dengan sungguh-sungguh mendengar, firman yang diberitakan tidak akan membawa pembaharuan di dalam hidupnya. Dalam nas ini orang banyak yang mendengar Petrus adalah pendengar yang baik sehingga mereka terharu mendengar pemberitaan rasul Petrus dan bertanya: “Apa yang harus kami lakukan? Apa yang harus mereka lakukan supaya mereka diselamatkan.

 

      Kedua:  Bertobat dan memberi diri untuk dibaptis

      Apa yang harus kami lakukan? Petrus menjawab: Bertobatlah. Bertobat dalam hal ini adalah karena firman yang di dengar di dalam diri seseorang harus ada perubahan pikiran dan perubahan tindakan. Pertobatan akan menghasil penghapusan dosa-dosa di masa lalu, termasuk dosa warisan dimana seseorang itu menjadi benar di hadapan Tuhan. Dan kepada orang yang mau bertobat akan  dikaruniakan Roh Kudus yang akan menuntunnya di masa yang akan datang, menghadapi pencobaan-pencobaan.  Hanya orang yang mengaku dosa dan bertobatlah yang diselamatkan dan dikaruniakan Roh Kudus yang akan menuntun ke dalam kebenaran. Memberi diri dibaptis di dalam nama Kristus Yesus menjadi tanda bahwa seseorang itu telah hidup baru dan hidupnya berada di dalam kasih karunia Tuhan. Sebab dengan Baptisan Kudus kita telah turut serta di dalam kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus.

 

      Ketiga: Tetap menyukai tegoran, pengajaran dan nasihat

      Orang yang sudah bertobat dan memperbaharui hidupnya dalam dunia ini tetap menghadapi banyak pergumulan dan pencobaan. Oleh sebab itu, mendengar tegoran, pengajaran dan nasihat yang bersumber dari firman Tuhan harus menjadi menu utama dalam hidup orang yang sudah bertobat. Seban tegoran, pengajaran dan nasihat akan menuntunnya tetap berjalan di jalan kebenaran, tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri tetap berjalan di jalan yang dikehendaki Tuhan,

 

3.   Injil Keselamatan itu diperuntukkan untuk semua orang (bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh). Itu artinya pemberitaan tentant Yesus harus tetap berlangsung, injil harus diberitakan kepada segala makhluk dan di setiap masa. Zaman para rasul sudah berakhir, tetapi pemberitaan injil tidak boleh berhenti. Orang-orang percaya yang telah diselamatkan menjadi pengemban tanggungjawab dan tugas tersebut. Kita semua, saya dan saudara-saudara. Beritakanlah injil baik atau tidak baik waktunya. Amin.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: