jump to navigation

Mempercayai Tuhan Dengan Sungguh Oktober 30, 2008

Posted by Agus Dasa Silitonga in Renungan Harian Palito.
trackback

Renungan Harian, Kamis, 30 Oktober 2008

 

Mempercayai Tuhan Dengan Sungguh

 

Kejadian 15 : 6

 

“Lalu percayalah Abram kepada Tuhan, maka Tuhan memperhitungkan hal itu

kepadanya sebagai kebenaran”

 

Dalam Kejadian 15 iman Abram di uji. Disaat dia merindukan keturunan sebagai penerus keturunannya, Tuhan menunjukkan kepadanya bintang di langit. Seperti banyaknya bintang di langit demikianlah banyaknya keturunan Abram. Apa yang difirmankan Tuhan itu dipercayai oleh Abram dan hal itu diperhitungkan Allah kepadanya sebagai kebenaran.

Dalam Perjanjian Lama iman memiliki dua pengertian, 1) “percaya” atau “bergantung pada” dan 2) “taat” atau “kesetiaan”. Jadi percaya berarti bertekun dalam mempercayai dan yakin dengan menyatakan kesetiaan yang bersifat taat. Inilah iman yang dimiliki Abram. Hatinya terarah kepada Allah dalam kepercayaan, ketaatan dan penyerahan yang tetap. Allah melihat sikap hati Abram yang beriman dan memperhitungkan hal itu sebagai kebenaran. Istilah kebenaran berarti mempunyai hubungan yang benar dengan Allah dan kehendak-Nya.

Bagaimana dengan iman kita? Apakah iman kita sudah merupakan kebenaran artinya iman kita hasil dari hubungan yang benar dengan Allah dan kehendak-Nya. Dalam situasi sulit yang kita hadapi, apakah hati kita sudah terarah kepada Allah; kita percaya, taat dan berserah kepada-Nya? Hanya dengan mempercayai Tuhan dengan sungguh kita dapat tenang dan tentram bahkan disituasi yang sulit sekalipun. Oleh sebab itu, milikilah  iman yang timbul dari hubungan yang baik dengan Tuhan. Hubungan yang baik dengan Tuhan akan menghasilkan sikap hidup yang mempercayai Tuhan dengan sungguh dan membentuk kita menjadi manusia-manusia yang kuat dan tangguh dalam menghadapi setiap pergumulan hidup di dunia ini.

 

Doa:       Ya Tuhan, ajar kami senantiasa mempercayaiMu dengan sungguh dalam kehidupan kami di dunia ini. Sehingga kami dikuatkan dan diteguhkan di dalam menghadapi pergumulan-pergumulan hidup di dunia ini. Amin.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: