jump to navigation

Sadar Dan Bertobat November 5, 2008

Posted by Agus Dasa Silitonga in Renungan Harian Palito.
trackback

Renungan Harian, Rabu, 05 Nopember 2008

 

Sadar Dan Bertobat

 

Kisah Rasul 3 : 19

 

“Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan”

 

Nas ini adalah sebahagian dari khotbah rasul Petrus di Serambi Salomo di Yerusalem setelah turunnya Roh Kudus pada hari Pentakosta. Orang banyak begitu heran melihat rasul Petrus menyembuhkan seorang yang sakit lumpuh; karena itu rasul Petrus menjelaskan kepada mereka bahwa apa yang telah mereka saksikan tersebut adalah karena kepercayaan akan Nama Yesus yang telah mereka bunuh. Setelah menjelaskan tentang Yesus dan kuasanya, rasul Petrus mengajak orang banyak tersebut supaya mereka ‘sadar’ dan ‘bertobat’ supaya dosa mereka dihapuskan.

Firman Tuhan mengatakan bahwa semua manusia berdosa dan kehilangan kemuliaan dihadapan Tuhan; artinya kita semua adalah orang-orang berdosa yang membutuhkan belas kasihan dan pengampunan Tuhan.  Setiap orang pasti menginginkan agar dosanya dihapuskan akan tetapi penghapusan dosa itu tidak terjadi begitu saja. Dari kita dituntut untuk menyadari bahwa kita adalah manusia berdosa sebab hanya orang yang sakit yang membutuhkan dokter, hanya orang yang sakit membutuhkan disembukan dan hanya orang yang berdosa yang membutuhkan penghapusan dosa dan pengampunan. Kesadaran tersebut akan menuntun kita kepada pertobatan yaitu hidup yang berbalik kepada Allah.

Namun kalau kita perhatikan kehidupan manusia di dunia ini yang terjadi adalah manusia itu tidak memiliki kesadaran apalagi keinginan untuk bertobat.  Padahal penghapusan dosa terjadi jika dalam diri kita terdapat kesadaran dan pertobatan; perbaikan hidup hanya akan terjadi jika terdapat kesadaran dan pertobatan. Kalau kita memperhatikan apa yang sedang terjadi di tengah-tengah bangsa kita kemudian kita bertanya: “mengapa bangsa kita sepertinya susah memperbaiki keadaannya, susah keluar dari krisis multi dimensi, selalu ditimpa bencana?” Mari kita renungkan, jangan-jangan  hal tersebut terjadi karena bangsa kita belum sadar dan bertobat di mana dosan dan kejahatan masih tetap menu utama dalam hidup. Sadar dan bertobatlah supaya kesejahteraan, kedamaian dan ketentraman menjadi milik kita. Hal tersebut kita mulai dari diri kita sendiri dan hindari hidup saling menuduh dan saling menghakimi.

 

Doa :      Ya Tuhan, dengan kuasa Roh Kudus tuntun kami untuk selalu sadar bahwa kami manusia berdosa dan bimbing kami untuk mau bertobat dan memperbaiki hidup sehingga kami memiliki hidup yang damai sejahtera dan sukacita di dalam belas kasihanMu. Amin.    

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: