jump to navigation

Taat Dan Bersyukur November 5, 2008

Posted by Agus Dasa Silitonga in Khotbah Epistel.
trackback

Khotbah Epistel Minggu XXV Setelah Trinitatis, 09 Nopember 2008

 

Nas:   Ulangan 10: 12 – 22

 

TAAT DAN BERSYUKUR

 

1. Kitab ini diberi nama Ulangan karena berisikan ikhtisar dari undang-undang dasar yang memuat peraturan-peraturan, ketetapan-ketetapan dan perintah-perintah yang telah ada dalam kitab Keluaran, bagian-bagian tertentu dari kitab Imamat dan kitab Bilangan. Kendati demikian kitab Ulangan  mempunyai ciri-ciri khas tersendiri. Kitab Ulangan berisi pidato-pidato perpisahan Musa kepada orang Israel di dataran Moab. Pidato Musa ini sangat penting dalam rangka memperlengkapi umat Israel memasuki tempat yang baru, suasana yang baru, dan memulai hidup pluralitas. Di tanah perjanjian itu banyak ancaman terhadap kehidupan kerohanian mereka; jadi tujuan  pidato Musa dalam kitab Ulangan ini adalah mengingatkan umat Israel untuk tetap setia dan taat kepada Tuhan yang telah membawa dan memimpin mereka keluar dari tanah perhambaan, Mesir, ke tanah kebebasan, tanah Kanaan. Sebahagian dari pidato Musa tersebut adalah nas Ulangan 10: 12-22.

2.   Pidato Musa dibuka dengan kata-kata: ”maka sekarang, hai orang Israel, apakah yang dimintakan dari padamu oleh Tuhan Allahmu..”. Sebelum nas ini Musa telah memaparkan penyertaan dan pemeliharaan Tuhan (pasal 1-3); Israel telah dipilih menjadi umatNya (ay.15, 22); Tuhan telah menunjukkan belas kasihanNya (ay.17b-18); kini Musa menanyakan kepada umat Israel dengan pertanyaan: ”Apakah yang dimintakan Tuhan dari padamu?”. Yang diminta Tuhan dari umatNya adalah taat dan bersyukur. Kalau kita membaca Ulangan 10:12-22 ini kita menemukan   tiga (3) hal sebagai wujud nyata dari hidup yang TAAT DAN BERSYUKUR:

 

Pertama: Hidup Di dalam  Kehendak Tuhan 

Melakukan kehendak Tuhan merupakan wujud nyata dari hidup yang taat dan bersyukur. Kehendak Tuhan itu adalah adalah takut akan Tuhan, hidup menurut jalan yang ditunjukkan Allah, mengasihi dan beribadah kepada Allah dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa, serta berpegang pada perintah dan ketetapan Tuhan. Disini tuntutan Tuhan kepada umatNya adalah memusatkan segenap potensinya demi kepentingan Tuhan serta berusaha mengindahkan setiap petunjuk demi pelaksanaan kehendak Tuhan (bnd. Roma 12:1-2). 

 

Kedua: Melakukan Perbuatan Baik

“Sunatlah hatimu..”. Istilah sunat dalam PL mempunyai dua pengertian: 1) sunat tanda akil-balig (penyucian, pendewasaan, pengabdian) serta telah siap untuk menikah; 2) sunat sebagai tanda keanggotaan pria dalam sukunya (Kej.17:11). Penyunatan hati artinya pembersihan dari hal najis dan cemar. Seperti sunat lahiriah dibuat sebagai tanda perjanjian; lebih perlu lagi sunat rohaniah yakni pertobatan sebagai  ciri umat perjanjian itu.  Jadi panggilan ”sunatlah hatimu” berarti membuang yang tidak baik yaitu sifat tegar tengkuk dan panggilan untuk melakukan perbuatan baik dengan hidup  mengasihi, peduli dan solider akan hak yatim dan janda serta orang asing (janda, yatin dan orang asing adalah orang-orang yang kurang mendapat perhatidan dan perlindungan; selalu dipihak yang lemah).  Sebagai bangsa yang diperhamba mereka pernah lemah bagaikan janda dan yatim piatu serta menjadi orang asing dan Tuhan telah menunjukkan kasih dan kepeduliaanNya kepada mereka. Mengasihi dan menunjukkan kepedulian (solidaritas) kepada  yatim piatu, janda dan orang asing harus mereka lakukan sebab mereka sudah terlebih dahulu menerima limpahan kasih dari Tuhan di saat mereka mengalami hal yang sama.

 

Ketiga: Hidup Untuk Memuji Tuhan

Tuhan dikenal melalui perbuatan-perbuatanNya yang dahsyat dan yang patut dipuji-puji (ay.21b). Namun yang harus kita kagumi dan kita puji-puji bukanlah perbuatan-perbuatan dahsyat tersebut tetapi Tuhan sendiri, Sang Pembuat perbuatan-perbuatan yang dahsyat tersebut. Tuhan harus menjadi tujuan puji-pujian, semua ciptaanNya dan perbuatanNya yang dahsyat dituntut untuk memuji-muji dan memuliakan Tuhan saja.

 

3.   Sama seperti Israel yang dipilih oleh Tuhan hanya karena kasih dan kebaikan Tuhan, demikian juga dengan orang-orang percaya saat ini dipilih karena kasih karunia Tuhan di dalam Yesus Kristus . Kalau kita membaca 1 Ptrs. 2:9 disana jelas dikatakan bahwa kita adalah umat pilihan Allah. Apakah karena perbuatan baik yang kita lakukan maka kita terpilih? Dalam Yoh.15:16 dengan jelas Yesus mengatakan: “bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu…”. Yesus memilih kita tanpa syarat tetapi di dalam pemilihan Yesus tersebut terdapat tugas dan tanggungjawab yaitu berbuah dengan melakukan perbuatan-perbuatan baik. Jadi pemilihan/keselamatan dulu – baru berbuah, jangan dibalik. Jadi berbuah dengan  melakukan perbuatan-perbuatan baik adalah  bukti bahwa kita taat dan bersyukur atas pemilihan Tuhan (bnd. Efesus 2:8-10).

4.   Sangat penting untuk mengetahui apa yang diinginkan Tuhan dari kita. Hal itu dapat kita ketahui dengan membaca dan mendengar firman Tuhan. Dengan membaca dan mendengar firman Tuhan kepada kita dinyatakan apa yang telah dan yang akan Tuhan lakukan dalam hidup kita dan apa yang diinginkan Tuhan dari kita. Sesuai dengan tema mingguan di almanak HKBP yaitu mengenai PERSEMBAHAN: Ibadah dan Penyembahan. Yang diinginkan Tuhan dari kita adalah mempersembahkan hidup kita dan segala yang ada pada kita menjadi ibadah dan penyembahan: menjadi puji-pujian bagi Tuhan.

5.  Apakah kita sudah mengetahui apa yang diinginkan Tuhan dari kita? Dan apakah kita sudah  melakukannya? Jangan-jangan kita masih dalam tahap mengetahui saja.  Saat inilah waktu yang tepat untuk menjadi pelaku-pelaku apa yang diinginkan Tuhan.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: