jump to navigation

Memberikan Persembahan Dengan Benar November 17, 2008

Posted by Agus Dasa Silitonga in Khotbah Minggu.
trackback

Khotbah Minggu, Minggu XXVI Setelah Trinitatis, 16 Nopember 2008

 

Nas: Keluaran 25 : 1 – 9

 

MEMBERIKAN PERSEMBAHAN DENGAN BENAR

 

1.   Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus:

      Nas ini adalah petunjuk Tuhan kepada umat-Nya melalui Musa mengenai mendirikan Kemah Suci dan persembahan khusus. Waktu itu bangsa Israel masih di padang gurun dalam perjalanan menuju tanah perjanjian, tanah Kanaan. Dalam bahasan ini secara khusus akan dibicarakan mengenai persembahan. Mengapa kita harus memberikan persembahan? Dalam Keluaran 23:15 dikatakan “…janganlah orang menghadap hadirat-Ku dengan tangan hampa”. Artinya ketika kita menghadap Tuhan harus dengan membawa ucapan syukur sebab Tuhan telah berkarya dalam kehidupan kita. Tetapi dalam membawa ucapan syukut atau persembahan kepada Tuhan harus dilakukan dengan benar, sehingga persembahan kita menjadi dupa yang harum di hadapan Tuhan.

2.   Kalau kita membaca nas Keluaran 25: 1 – 9 ini, ada tiga hal yang sangat penting kita perhatikan dan renungkan mengenai memberikan persembahan dengan benar: 

      I.    Berikan Persembahanmu Karena Pengenalan Akan Tuhan

            Umat Israel diperintahkan Tuhan untuk memungut bagi-Nya persembahan khusus dari setiap orang yang terdorong hatinya. Orang yang tergerak hatinya karena pengenalan akan karya Tuhan di dalam hidupnya. Karya Tuhanlah yang menggerakkan hati kita memberikan persembahan bukan karena terpaksa atau dipaksa, bukan pula memberikan dengan bersungut-sungut tetapi memberikan persembahan dengan sukacita (2 Korintus 9:7).

            Persembahan kita bukanlah supaya kita memperoleh beberapa kali lipat dari Tuhan tetapi kita memberikan persembahan karena kita telah menerima dari Tuhan. Nyanyian KJ.No. 289 bait 8 mengatakan: “Pemb’rian kami s’lamanya dari tanganMu asalnya; yang Kauterima itulah yang Kauberi”. Oleh sebab itu, hendaklah kita selalu menghitung berkat Tuhan yang telah kita terima yang melahirkan kekaguman kita kepada Tuhan, sehingga hati kita terdorong atau tergerak untuk memberikan persembahan kepada Tuhan.

 

      II.   Berikan Persembahan Yang Terbaik Untuk Tuhan

            Dalam nas ini dari ayat 3 – 7, Tuhan memberkan daftar yang harus dipersembahkan umat Israel kepada-Nya. Semua yang didaftar tersebut adalah perbendaharaan yang terbaik dan berharga  yang dimiliki umat Israel. Demikianlah kita saat ini, dituntut untuk memberikan persembahan yang terbaik kepada Tuhan sebab kita pun sudah menerima yang terbaik dari Tuhan. Apa yang terbaik dari perbendaharaan yang kita miliki itulah yang harus kita persembahkan. Berbicara persembahan yang terbaik bukanlah melulu berbicara mengenai berapa banyak yang harus kita berikan, tetapi yang paling penting adalah apakah kita memberikan persembahan tersebut karena dorongan pengenalan akan karya Tuhan di dalam hidup kita atau tidak. Sebab dengan mengenal akan karya Tuhan dan berkat-Nya dalam kehidupan kita pastilah hati kita tergerak untuk mempersembahkan yang terbaik.

  

      III.  Persembahkanlah Hidupmu Sebagai Tempat Kudus Bagi Tuhan

            Tuhan memerintah supaya umat-Nya membuat tempat kudus bagi-Nya sebab hanya dengan demikian Tuhan berdiam ditengah-tengah umat-Nya (bnd. Roma 12:1). Hidup kita hendaknya hidup yang dikhususkan untuk melakukan kehendak Allah, melakukan yang berkenan dihadapan-Nya yaitu dengan melakukan hidup ber-koinonia (bersekutu), ber-marturia (bersaksi) dan ber-diakonia (hidup melayani) dengan baik. Hanya gereja dan orang percaya yang menunaikan tugas dan panggilannyalah, ditengah-tengah mereka Tuhan  akan tinggal dan berdiam. Tubuh kita adalah Bait Allah, sebab itu pakailah hidupmu untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang baik yang berkenan di hadapan-Nya. “Betapa hatiku berterimakasih Yesus. Kau mengasihiku, Kau mencintaiku. Hanya ini Tuhan persembahanku, terimalah Tuhan permohonanku. Pakailah hidupku sebagai alatMu, seumur hidupku” demikian syair nyayian rohani yang mengajak kita untuk mempersembahkan hidup kita sebagai tanda terimakasih dan syukur kita kepada Tuhan.

3.         Dalam setiap ibadah yang kita ikuti terdapat seruan untuk memberikan persembahan. Kita sangat penting untuk tetap merenungkan makna dari memberikan persembahan sehingga hal tersebut tidak menjadi sesuatu yang rutinitas kita lakukan tanpa makna. Oleh sebab itu, dalam setiap memberikan persembahanmu ingat dan renungkanlah bahwa: persembahan itu didasari dorongan hati akan pengenalah karya Tuhan di dalam hidup kita sehingga kita mempersembahkan yang terbaik dan mempersembahkan hidup kita menjadi tempat kudus bagi Tuhan. Amin.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: