jump to navigation

Belas Kasihan November 18, 2008

Posted by Agus Dasa Silitonga in Renungan Harian Palito.
trackback

Renungan Harian, Selasa, 18 Nopember 2008

 

Belas Kasihan

 

Matius 9 : 13

 

“Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan,  karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa”

 

 Nas ini adalah sebagian dari jawaban Yesus kepada orang Farisi yang menanyakan kepada murid-muridNya: “mengapa Yesus makan bersama dengan pemungut cukai dan orang berdosa”.  Tuhan Yesus menganjurkan kepada orang Farisi untuk mempelajari firman Tuhan yang mengatakan: “yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan” (bnd. Hosea 6:6). Persembahan itu penting sebagai tanda ucapan syukur akan kebaikan Tuhan. Tetapi persembahan yang kita berikan menjadi tidak bermakna ketika kita tidak memiliki belas kasihan kepada sesama, ketika kita menutup diri kepada orang berdosa.

   Yang hendak ditegor Yesus adalah sikap orang Farisi yang lebih memperhatikan pelestarian kesucian mereka sendiri dari pada menolong orang lain yang berdosa. Seperti dokter yang tidak mau mengunjungi orang yang sakit karena takut ketularan penyakit demikianlah orang Farisi selalu menghindar untuk berhubungan dengan orang-orang berdosa. Agama mereka bersifat pribadi dan hanya untuk kepentingan diri sendiri. Yesus hendak mengatakan kepada orang Farisi bahwa hidup mereka dan agama mereka bukanlah untuk kepentingan pribadi saja tetapi untuk kepentingan orang lain juga yaitu orang-orang berdosa. Itu jugalah yang menjadi tujuan kedatangan Yesus ke dunia ini bukanlah untuk orang sehati dan orang benar tetapi Dia datang untuk orang yang sakit dan orang berdosa.

Kepada kita saat ini hendak ditanyakan jangan-jangan hidup keagamaan kita adalah hidup keagamaan yang sifatnya pribadi, kita tidak memiliki belas kasihan terhadap orang-orang berdosa. Kita terlena dengan segala sesuatu yang kita lakukan untuk pribadi kita dan kita tidak mau mengulurkan tangan kita kepada orang-orang berdosa. Jika masih demikian maka kita harus melakukan anjuran Yesus dalam nas ini yaitu belajar firman Tuhan. Dengan belajar firman Tuhan kita akan dibentuk menjadi orang-orang yang hidup dalam belas kasihan sebab itulah yang dikehendaki Yesus.

  

Doa:       Ya Tuhan, tuntun kami untuk lebih sungguh-sungguh lagi belajar firman-Mu sehingga kami semakin memahami hidup berbelaskasihan bagi sesama kami. Jauhkan dari kami hidup yang mementingkan diri sendiri dan meteraikan di dalam hati kami rencanaMu sehingga menjadi tugas bagi kami yaitu memanggil orang-orang berdosa. Amin.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: