jump to navigation

Mendengar Dan Memperhatikan November 21, 2008

Posted by Agus Dasa Silitonga in Renungan Harian Palito.
trackback

Renungan Harian, Jumat, 21 Nopember  2008

 

Mendengar Dan Memperhatikan

 

1 Samuel 15 : 22b

 

“Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan,

memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan”

 

Nas ini mengingatkan kita betapa mendengar dan memperhatikan itu lebih baik dari pada korban sembelihan dan dari pada lemak domba-domba jantan. Firman Tuhan ini disampaikan Samuel kepada raja Saul yang tidak mendengarkan dan memperhatikan firman Tuhan. Tuhan berfirman kepada raja Saul supaya menumpas dan membunuh orang Amalek tanpa belas kasihan; laki-laki dan perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai (1 Sam.15:2-3). Tetapi Saul tidak mendengar dan memperhatikan firman Tuhan, lembu dan domba tidak dibunuh malah dijadikan sebagai jarahan dan mempersembahkannya kepada Tuhan. Perbuatan tersebut telah menentang firman Tuhan. Walaupun Tuhan senang akan korban sembelihan dan lemak domba-domba jantan tetapi adalah lebih menyenangkan hati Tuhan apabila firmanNya didengarkan dan diperhatikan.

            Memang, mendengar dan memperhatikan adalah pekerjaan yang sangat sulit dilakukan seseorang. Hal tersebut disebabkan manusia itu lebih senang didengarkan dan diperhatikan. Saat ini firman Tuhan menyapa kita bahwa mendengar dan memperhatikan firmanNya lebih baik dari pada setiap persembahan yang kita persembahkan. Sebab belum tentu persembahan yang diberikan seseorang itu merupakah hasil dari mendengar dan memperhatikan firman Tuhan, bisa saja dalam memberikan persembahan motivasi kita lain. Sebaliknya seseorang yang mendengarkan dan memperhatikan firman Tuhan sudah pasti menjadi seseorang yang suka bersyukur dan memberikan persembahan.

            Marilah kita mengarahkan pendengaran dan perhatian kita kepada kebenaran firman Tuhan dan melakukan sesuai dengan apa yang kita dengar dan kita perhatikan. Jangan berbeda perbuatan kita dengan apa yang kita dengar. Kalau kita mendengar dan memperhatikan firman yang mengatakan supaya hidup di dalam kasih maka kita harus hidup di dalam kasih, kalau firman yang kita dengar dan perhatikan mengatakan supaya kita bertekun dan sabar maka kita harus tekun dan sabar di dalam hidup ini. Mendengar, memperhatikan dan melakukan firman Tuhan adalah cerminan hidup dari orang-orang percaya.

 

Doa:    Ya Allah Bapa kami di dalam sorga, kuatkan kami di dalam dunia ini sehingga pendengaran dan perhatian kami hanya terarah kepada firman-Mu. Amin.

Komentar»

1. JP Simangunsong - November 21, 2008

Horas Amang,
Terimakasih atas informasinya, berarti bukan orangtua saya. Untuk renungan hari ini, Tuhan mengingatkan kepada kita bahwa mendengarkan, memperhatikan dan melakukan firman Tuhan lebih baik daripada korban persembahan ataupun lainnya. Artinya bahwa setiap persembahan yang kita berikan kepada Tuhan harus berasal dari yang benar atau kudus dan setiap persembahan yang diberikan tidak mempunyai motivasi tertentu. Itulah persembahan yang diinginkan oleh Tuhan. Tapi pertanyaannya saya Amang, Apakah ada pengaruhnya terhadap Gereja bila ada persembahan yang diberikan jemaat ke gereja ada yang bukan berasal dari yang benar atau kudus ?

2. Pdt. Agus Dasa Silitonga - November 22, 2008

Tentu ada pengaruh jika persembahan itu kita tahu bahwa persembahan itu berasal dari yang bukan benar atau kudus. Persembahan demikian tidak akan menjadi berkat dan tidak mendatangkan pertumbuhan gereja. Masalahnya ketika seseorang memberikan persembahan kita kurang etis bertanya apakah yang dipersembahkan itu berasal dari jalan yang benar atau tidak. Karena itu di dalam gereja ketika persembahan telah dikumpulkan, persembahan tersebut didoakan supaya Tuhan memberkatinya menjadi persembahan yang berkenan di hadapanNya dan dapat dipergunakan untuk pekerjaan Tuhan di dalam gereja. Hanya kepada orang yang memberikan persembahan harus mengerti biarpun persembahan itu telah di doakan bukan berarti itu menjadi persembahan penghapusan dosa jika persembahannya dari jalan yang tidak benar. Dia harus memohon pengampunan dosa serta bertobat dan melakukan pembaharuan hidup. Kiranya Tuhan memberkati kita semua untuk mau mendengar dan memperhatikan sehingga setiap yang kita lakukan menjadi persembahan yang berkenan di hadapan Tuhan.

3. Nelson - November 23, 2008

Mendengar dan memperhatikan firman Tuhan memang itu yang diinginkan Tuhan. Tapi nats ini bukan berarti kita boleh untuk tidak memberikan persembahan. Saya takut ayat ini disalah artikan orang sehingga dengan berdalih Tuhan lebih mengutamakan kita mendengar dan memperhatikan firman, dia tidak membawa apa-apa kepada Tuhan.

Shalom,
Nelson
http://www.nelson.4christ.info

4. Pdt. Agus Dasa Silitonga - November 24, 2008

Dalam konteks nas ini, memang Saul dan pasukannya mempersembahkan korban sembelihan dari hewan yang sudah diperintahkan Tuhan untuk dimusnahkan. Dengan mempersembahkan korban tersebut mereka menentang perintah Tuhan. Dalam keterangan renunga tidak perkataan bahwa kita boleh tidak memberikan persembahan. Persembahan sangat penting sebab Tuhan berfirman supaya setiap orang yang datang kehadapanNya jangan datang dengan tangan hampa (Keluaran 23:15b). Dalam tulisan ini ditekankan setiap persembahan dan korban yang kita persembahkan harus di dorong oleh hasil mendengar dan memperhatikan firman Tuhan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: