jump to navigation

Tuhan Datang Segera November 25, 2008

Posted by Agus Dasa Silitonga in Renungan Harian Palito.
trackback

Renungan Harian, Selasa, 25 Nopember 2008

 

Tuhan Datang Segera

 

Wahyu 3 : 11

 

“Aku akan datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorang pun mengambil mahkotamu””

 

 

“Aku akan datang segera”, demikianlah firman Tuhan yang dituliskan si penglihat yaitu Yohanes Pembaptis kepada jemaat di Filadelfia. Jemaat Filadelfia merupakan suatu jemaat yang setia yang mematuhi firman Kristus dan tidak menyangkal Dia meskipun menghadapi tantangan dari dunia dan menolak untuk menyesuaikan diri dengan tindakan-tindakan yang jahat di sekitar mereka. Mereka memilih bertekun di dalam kesetiaan kepada Kristus.  

 Memang waktu kedatangan Tuhan itu tidak seorang pun yang tahu termasuk jemaat di Filadelfia, tetapi Dia pasti datang. Pada saat kedatanganNya segala yang jahat akan dikalahkan dan orang-orang yang setia akan diberikan kemenangan sebab kedatangan Kristus untuk mengangkat jemaatNya dari bumi ini sebagai cara untuk membebaskan dari segala penderitaan dan kesusahan (bnd. Yohanes 14:3). Hanya dari orang-orang percaya dituntut kesetiaan, “peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorang pun mengambil mahkotamu” sehingga diluputkan dari hari pencobaan dan kesengsaraan tersebut.

 Apa yang ada pada kita? Keselamatan melalui darah Tuhan Yesus Kristus. Itulah mahkota kita yang dikaruniakan dengan cuma-cuma. “Peganglah” artinya marilah kita kerjakan keselamatan kita di dalam takut dan gentar (bnd. Filipi 2:12). Hiduplah sebagaimana mestinya hidup dari orang yang telah diselamatkan; hiduplah sebagaimana mestinya hidup seseorang yang telah dikaruniakan mahkota dan kehormatan. Sama seperti rasul Paulus yang diselamatkan Tuhan Yesus dalam perjalanannya ke Damsyk mengerjakan keselamatannya dengan takut dan gentar demikianlah kita memegang apa yang ada pada kita. Dimana kita sama seperi Paulus sampai kepada pengakuan yang luar biasa dengan mengatakan: “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah” (Filipi 1:21-22a). Bekerja dan memberi buah itulah cara kita memegang apa yang ada pada kita sampai pada waktunya Dia datang untuk merealisasikan janjiNya yang mengatakan: “Aku akan datang segera”.

  

Doa:       Kami merindukan kedatanganMu, ya Tuhan, karena itu datanglah segera. Dalam menantikan kedatanganMu ajar kami untuk setia dan memegang apa yang ada pada kami dengan hidup bekerja dan memberi buah yang baik.  Amin.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: