jump to navigation

Tempat Kediaman Kekal November 26, 2008

Posted by Agus Dasa Silitonga in Renungan Harian Palito.
trackback

Renungan Harian, Rabu, 26 Nopember 2008

 

Tempat Kediaman Kekal

 

2 Korintus 5 : 1

 

“Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia”

 

Kita pasti pernah melihat petugas Satpol PP melakukan penggusuran dan pembongkaran rumah penduduk mungkin tanah garapan atau pun tanah sengketa; kita juga pasti pernah dan mungkin sering melihat penggusuran tempat-tempat berjualan yang tidak pada tempatnya. Melihat hal tersebut banyak pendapat, ada yang merasa prihatin dan menyalahkan pemerintah, tetapi ada juga yang menyalahkan orang-orang yang mendirikan rumah atau tempat berjualan tersebut senan mereka mendirikan bangunannya di tempat yang tidak miliknya atau di tempat yang dilarang. Apa hubungan kejadian tersebut dengan nas ini? Bahwa apa pun yang dibangun oleh tangan manusia maka bangunan tersebut tidaklah kekal artinya bisa di bongkar. Bisa saja yang punya rumah membongkar untuk membangun yang lebih besar dan lebih bagus. Bisa saja kasusnya seperti di atas. Yang pasti apa pun yang ada di dunia ini tidak ada yang kekal.  

Rasul Paulus menggambarkan bahwa kita di dunia ini seperti sedang berkemah artinya dunia ini tidaklah tempat tinggal yang menetap bagi orang-orang percaya. Dunia ini pasti kita tinggalkan, itu artinya “jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar”. Kalau tempat kediaman kita di dunia ini dibongkar, jika kita meninggalkan dunia ini (kematian menjemput kita), apakah ada tempat tinggal bagi kita? Ada. Tempat kediaman itu sudah disediakan Allah bagi orang-orang yang percaya dan setia kepadaNya. Tempat kediaman yang tidak dibangun oleh tangan manusia yang dapat dibongkar tetapi tempat tinggal yang kekal yang dibangun oleh tangan Allah sendiri, itulah langit dan bumi yang baru (bnd. Wahyu 21:1-2).

 Kita tinggal di dunia ini tetapi kita tidak tinggal menetap di dunia ini dan dunia ini tidak dapat menahan orang-orang percaya. Saat ini, kita sedang berjalan menuju tempat kediaman yang kekal yang dibangun oleh Allah. Oleh sebab itu, hiduplah tenang dan sabar dalam dunia ini sebab kediaman yang kekal telah tersedia untuk kita.

        

Doa :      Ya Tuhan  kami bersyukur sebab Engkau telah menyediakan tempat kediaman yang kekal bagi kami. Lepaskanlah kami dari segala ikatan-ikatan duniawi yang membuat kami terhalang menerima kasih karuniaMu dan kehidupan yang kekal. Amin.    

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: