jump to navigation

Dibangkitkan Untuk Hidup Kekal November 29, 2008

Posted by Agus Dasa Silitonga in Renungan Harian Palito.
trackback

Renungan Harian, Sabtu, 29 Nopember 2008

 

Dibangkitkan Untuk Hidup Kekal

 

Yohanes 5 : 28 – 29

 

“Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang

yang di dalam kuburan akan mendengar suaraNya, dan mereka yang telah

berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal,

tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk di hukum”

 

Nas ini mengingatkan kita bahwa kematian bukanlah akhir dari hidup manusia tetapi dibalik kematian ada kehidupan yang kekal disediakan Tuhan bagi orang-orang yang percaya dan setia kepada-Nya. Tempat pemakaman umum mis: Pdk Rangon, Pdk Kelapa, Tnh Kusir, Menteng Pulo bukanlah akhir dari hidup manusia atau tempat menetap bagi manusia. Kuburan hanyalah tempat peristirahatan sementara sebab pada saat yang ditentukan Tuhan semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suaraNya dan mereka akan dibangkitkan.

Dibangkitkan untuk apa? Orang yang berbuat baik dibangkitkan untuk memperoleh hidup yang kekal dan yang berbuat jahat dibangkitkan untuk di hukum. Itu artinya akhir dari hidup manusia itu bukan kuburan tetapi hidup yang kekal dan hukuman (kematian kekal). Mana yang kita pilih? Tentu kita memilih hidup yang kekal. Oleh sebab itu, selama hidup di dunia ini, selama masih ada waktu lakukanlah yang baik untuk semua orang.  

Jadi apa yang terjadi dalam diri tiap orang setelah dibangkitkan sangat berhubungan erat dengan apa yang dilakukan oleh orang tersebut semasa hidupnya. Itu artinya hidup yang sekarang kita hidupi penting, namun juga mengerikan, karena ia menentukan segala yang terjadi di zaman kekekalan. Sepanjang hidup kita ini kita membuat diri kita cocok atau tidak cocok dengan kehidupan yang akan datang; di situ kita memilih antara jalan yang menuju ke hidup atau jalan yang menuju ke kematian. Sebagian syair nyanyian sekolah minggu mengatakan: “di dalam dunia ada dua jalan, lebar dan sempit, mana kau pilih?” . Pilihlah hidup yang akan dibangkitkan untuk hidup yang kekal.

 

Doa:    Bapa di dalam sorga kami memohon supaya di dalam dunia ini kami senantias memilih jalan yang Engkau tunjukkan sehingga pada hari kebangkitan kelak kami dibangkitkan untuk memperoleh kehidupan yang kekal dari padaMu. Amin.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: