jump to navigation

Menantikan Tuhan: Dengan Menghasilkan Buah Pertobatan Desember 4, 2008

Posted by Agus Dasa Silitonga in Renungan Harian Palito.
trackback

Renungan Harian, Kamis, 04 Desember 2008

 

Menantikan Tuhan : Dengan Menghasilkan Buah Pertobatan

 

Matius 3 : 8

 

“Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan”

 

Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Mesias, Juruselamat dunia ini. Di padang gurun dia berkhotbah dengan inti pemberitaan supaya setiap orang bertobat sebab Kerajaan Sorga sudah dekat. Dengan tegas diingatkan oleh Yohanes Pembaptis bahwa tidak ada seorang pun yang dapat bersembunyi dan melarikan diri dari murka yang akan datang yaitu penghakiman Tuhan. Pertobatan yaitu berbalik kepada Tuhan, percaya kepada Yesus Kristus dan meninggalkan kehidupan yang lama adalah satu-satunya jalan untuk selamat dari murka Tuhan. Tapi harus kita ingat juga bahwa pertobatan tidak cukup, pertobatan harus menghasilkan buah, tentu buah yang dimaksud adalah buah yang baik.

Melalui nas ini, saat ini kita disapa: apakah kita sudah bertobat? Kalau belum inilah saatnya kita bertobat. Kalau kita sudah bertobat dan telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita pertanyaan selanjutnya adalah: apakah kita sudah menghasilkan buah yang sesuai dengan pertobatan? Kalau belum saat ini jugalah waktunya kita untuk menghasil buah yang baik. Kalau kita sudah menghasilkan buah yang sesuai dengan pertobatan itu berarti kita telah siap sedia menantikan kedatangan Tuhan; kapan pun Dia datang bahkan hari ini ketika kita membaca renungan ini kita telah siap menyambut-Nya.

Saudara-saudara, tidak seorang pun di antara kita yang tahu kapan waktu kedatangan Tuhan yang keduakalinya. Mengenai hal tersebut kita tidak perlu menghabiskan energi dan waktu hanya untuk mengetahuinya sebab hal tersebut adalah pekerjaan yang sia-sia. Yang perlu kita lakukan adalah tetap menghasilkan buah dari pertobatan kita. Dalam dunia ini kita menghadapi si iblis yang berusaha menghalangi  kita untuk berbuah; kita tidak perlu takut dan khawatir sebab Tuhan menyertai kita melawan segala yang jahat dan menguatkan kita untuk melakukan perkara-perkara yang baik (ingat berkat yang kita terima waktu peneguhan sidi/lepas sidi). Berdirilah teguh dan jangan goyah, hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan sebab mahkota kehidupan menanti kita.      

 

 

Doa:    Ya Tuhan, dengan Roh Kudus pimpin kami ke dalam pertobatan dan kuatkanlah kami untuk menghasilkan buah yang sesuai dengan pertobatan. Sertai kami melawan si iblis sehingga kami tetap menghasilkan buah yang baik. Amin.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: