jump to navigation

Menantikan Tuhan: Dengan Menunjukkan Identitas Ke-Kristenan Desember 7, 2008

Posted by Agus Dasa Silitonga in Renungan Harian Palito.
trackback

Renungan Harian, Sabtu, 06 Desember  2008

 

Menantikan Tuhan: Dengan Menunjukkan Identitas Ke-Kristenan

 

Matius 7 : 19 – 20

 

“Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka”

 

 Pohon akan lebih mudah dikenal dari buahnya. Demikianlah juga manusia dikenal dari apa yang dibuahkannya di dalam kehidupannya. Hal ini diajarkan Tuhan Yesus untuk  mewaspadai nabi-nabi palsu yang datang dengan menyamar sebagai domba padahal mereka adalah serigala yang buas. Sulit dikenal kalau hanya sepintas saja harus dilihat dari apa yang dibuahkannya. Nabi palsu mempunyai kepentingan sendiri dimana kepentingannya lebih diutamakan dari kepentingan domba-dombanya. Mereka memberikan pengajaran bukan dalam rangka memberikan sesuatu kepada orang lain tetapi mereka mengharapkan sesuatu dari orang lain tersebut. Tentu buah demikian adalah buah yang tidak baik dan Yesus berkata pada waktunya mereka akan ditebang dan dibuang ke dalam api (neraka).

Kalau pengajar sesat dikenal dari apa yang mereka buahkan demikian juga pengikut Kristus dikenal orang dari apa yang dihasilkan atau yang dibuahkan dalam kehidupannya. Setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Apa yang telah kita buahkan? Apakah sudah buah yang baik ataukah masih buah yang tidak baik? Kalau kita masih membuahkan buah yang tidak baik, inilah saatnya kita bertobat dan berbalik jangan sampai Dia datang sebab kapak sudah tersedia untuk menebang setiap pohon yang  menghasilkan buah yang tidak baik.

Dalam minggu-minggu adven ini kita diingatkan unutk menantikan Tuhan dengan munjukkan identitas ke-Kristenan kita. Identitas ke-Kristenan kita adalah hidup di dalam kasih, mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama manusia. Marilah kita melakukannya sambil kita menantikan kedatangan Tuhan yang keduakalinya.

 

 

Doa:       Terpujilah Engkau, ya  Tuhan Allah Bapa kami,  yang telah melawat kami manusia berdosa ini dan menjadikan kami menjadi anak-anakMu dan pewaris kerajaanMu. Bimbinglah hidup kami untuk selalu menunjukkan identitas kami dengan hidup di dalam kasih. Amin.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: