jump to navigation

Allah Menginginkan Kita Hidup Desember 10, 2008

Posted by Agus Dasa Silitonga in Renungan Harian Palito.
trackback

Renungan Harian, Rabu, 10 Desember 2008

 

Allah Menginginkan Kita Hidup

 

Yehezkiel 33 : 11

 

“Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan Allah,

Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan

kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup.

Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu!

Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?”

 

            Kalau kita ditanyakan memilih mati atau hidup, saya yakin tidak seorang pun yang akan memilih mati  semua pasti memilih kehidupan. Yang mungkin memilih mati bahkan ada yang memilih bunuh diri adalah seseorang yang mengalami stress berat, seseorang yang sudah putus asa hidup tanpa pengharapan. Yang dimaksud dengan hidup disini adalah masih bernafas tetap di dunia ini dan yang dimaksud dengan mati adalah meninggalkan dunia ini masuk ke liang lahat. Kalau ditanyakan mengenai apa yang kita pilih kehidupan setelah kematian atau kematian setelah kematian belum tentu semua orang memilih kehidupan setelah kematian. Hal tersebut nyata dari masih banyaknya orang-orang yang tidak mau bertobat dan berbalik kepada Allah, masih tetap hidup di dalam kegelapan.

            Dalam nas ini sangat jelas dikatakan bahwa Allah tidak berkenan kepada kematian orang fasik, Allah menginginkan setiap orang berbalik dan bertobat kepada-Nya supaya dia hidup dan selamat  sehingga mereka tidak di dalam dosa (lih. 2 Petrus 3:9). Itulah kerinduan Allah dimana kerinduan Allah itu diwujudnyatakan dengan mengutus AnakNya yang tunggal ke dunia ini. Kerinduan Allah ini harus di respon dengan memperbaiki tingkah laku, meninggalkan hidup yang lama dan masuk ke dalam hidup yang diciptakan di dalam Kristus Yesus untuk melakukan perbuatan baik. Dia mau supaya kita hidup di dalamnya.

            Selain itu sebagai orang-orang percaya, kita semua ikut merasakan  kerinduan Allah akan pertobatan orang-orang fasik tersebut dengan lebih bersungguh-sungguh memberitakan injil dan menyerukan: “bertobat, bertobatlah dari hidup yang jahat”. Beritakanlah injil baik atau tidak baik waktunya sebab Allah menginginkan manusia itu hidup dan selamat.     

        

Doa :   Ya Tuhan, kami bersyukur kepadaMu karena Engkau tidak menginginkan kematian orang fasik tetapi pertobatannya supaya hidup. Sentuhlah hati kami supaya kami juga merindukannya dengan hidup sesuai dengan kehendakMu dan kami ikut serta memberitakan injil keselamatan itu kepada orang-orang yang masih di dalam kegelapan. Amin.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: