jump to navigation

Bertobat Dan Berbuah Desember 11, 2008

Posted by Agus Dasa Silitonga in Khotbah Minggu.
trackback

Khotbah Minggu, Adven III, 14 Desember 2008

Nas: Lukas 3: 7 – 14

 

BERTOBAT DAN BERBUAH

 

 

1.   Minggu-minggu adven (minggu 14 Des adalah adven III) adalah minggu-minggu bagi orang-orang percaya menurut kelender gereja sebagai waktu untuk mempersiapkan diri menantikan kedatangan Tuhan Yesus Kristus. Di satu sisi minggu-minggu adven dipergunakan sebagai persiapan untuk perayaan Natal peringatan hari Kelahiran Tuhan Yesus Kristus 2000 tahun yang lalu di Betlehem. Persiapan-persiapan perayaan Natal dengan membentuk kepanitiaan adalah penting, tetapi yang lebih penting adalah minggu-minggu adven menjadi waktu dan persiapan bagi orang-orang percaya menantikan Kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang keduakalinya (meskipun setiap hari dan disetiap waktu kita harus selalu siap dan mempersiapkan diri).  

2.  Kalau kita membaca nas Lukas 3: 7 – 14 ini kita menemukan tiga hal yang menjadi cara kita mempersiapkan diri dalam menantikan kedatangan Tuhan Yesus Keduakalinya sekaligus juga sebagai bukti nyata akan sukacita kita merayakan peringatan Kelahiran Tuhan Yesus Kristus ke dunia ini 2000 tahun yang lalu (artinya sukacita kita tidak hanya dalam acara ritual-ritual saja yang menghabiskan tidak sedikit dana, daya dan pikiran).

 

a. Hidup dalam pertobatan (ay.7-9)

Orang Yahudi sangat membanggakan status mereka sebagai keturuan Abraham dan umat pilihan Allah. Mereka tidak ragu sedikit pun bahwa merekalah bangsa yang dikasihi Allah. Menurut mereka Allah hanya akan menghakimi bangsa-bangsa lain sedangkan mereka akan diselamatkan atau tidak akan dihakimi karena mereka orang Yahudi, karena mereka keturunan Abraham (umat pilihan Allah). Yohanes Pembaptis menegaskan bahwa hak istimewa yang di dasarkan atas ras sama sekali tidak berarti apa-apa dihadapan Allah (ay.8); penghakiman Allah berlaku baik untuk orang Yahudi maupun non-Yahudi. Selamat dari penghakiman Allah adalah dengan bertobat dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dalam hidupnya (bnd. Yoh.14:6); dalam hidup di dunia ini membuahkan buah pertobatan (bnd. Yak.2:17) sebab setiap orang akan dihakimi menurut perbuatannya dimana kapak sudah tersedia setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik akan ditebang dan dibuang ke dalam api (bnd. Wahyu 14:13).

  

b.  Hidup harus saling menolong (ay.10-11)

     Orang banyak bertanya: “apakah yang harus kami perbuat”? Pertanyaan ini muncul setelah Yohanes Pembaptis menegaskan hak istimewa sebagai keturuan Abraham sama sekali tidak berarti apa-apa dihadapan Allah. Yang harus mereka lakukan adalah mereka menunjukkan cara hidup yang berkenan dihadapan Tuhan, cara hidup yang dikehendaki Tuhan yaitu mengasihi sesama manusia. Injil sosial yang diamanatkan Yohanes Pembaptis disini yaitu bahwa Allah tidak akan membebaskan seseorang yang mempunyai terlampau banyak sementara yang lainnya hampir tidak mempunyai apa-apa. Dalam hal ini dituntut hidup di dalam berkeadialan melalui hidup yang mau berbagi dengan sesama.

 

c.  Lakukanlah pekerjaanmu dengan baik (ay.12-14)

     Dalam menantikan kedatangan Tuhan yang keduakalinya kita tidak diperintahkan untuk meninggalkan pekerjaan atau kesibukan yang sudah kita lakukan selama ini seperti yang dilakukan kelompok tertentu (kelompok Sdr. Manampin Sibuea di Bandung). Sebaliknya kita diperintahkan untuk tetap mengerjakan pekerjaan kita dengan baik. Seorang pemungut cukai jadilah pemungut cukai yang baik (jangan korupsi); seorang serdadu jadilah serdadu yang baik (jangan merampas); seorang parhalado jadilah parhalado yang baik (sahat ula tohonanmi) dst, bersukacita dengan apa yang kita dapatkan dari bekerja dengan baik. Tugas dan kewajiban manusia adalah melayani Allah melalui pekerjaan dimana Allah telah menempatkan kita. 

 

3.  Renungan

     a.   Bagaimana Yesus menjumpai kita apabila Dia datang keduakalinya? Bila kita belum siap, inilah saatnya mempersiapkan diri. Kita perlu mengambil keputusan untuk bertobat artinya berubah di dalam hati dan pikiran; dari seseorang yang tidak percaya menjadi percaya, dari seseorang yang  melakukan hal yang jahat menjadi seseorang yang melakukan perbuatan yang baik.

     b.   Pertobatan akan menjadi pertobatan yang berkenan dihadapan Tuhan jika pertobatan itu menghasilkan buah yang baik yaitu dengan hidup saling menolong dan melakukan pekerjaan kita dengan baik.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: