jump to navigation

Seorang Anak Telah Lahir Untuk Kita Desember 11, 2008

Posted by Agus Dasa Silitonga in Renungan Harian Palito.
trackback

Renungan Harian, Kamis, 11 Desember 2008

 

Seorang Anak Telah Lahir Untuk Kita

 

Yesaya 9 : 5

 

“Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebut orang: Penasihat Ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai”

 

Nas ini menubuatkan kelahiran Mesias, Yesus Kristus. Yesaya mencatat empat nama bagi Sang Putera yang akan menandai tugasNya sebagai Mesias yaiitu: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang kekal dan Raja Damai. Sebagai Penasihat Ajaib Dia adalah hikmat sempurna yang memiliki kata-kata kekal; Allah yang Perkasa menunjukkan di dalam Dia kepenuhan ke-Allahan akan berdiam secara jasmaniah; Bapa yang Kekal menunjukkan Dia datang bukan hanya memperkenalkan Bapa sorgawi tetapi Dia sendiri bertindak terhadap umatNya secara kekal bagaikan seorang bapa yang penuh belas kasihan melindungi dan menyediakan  kebutuhan anak-anakNya, dan sebagai Raja Damai pemerintahan yang akan didirikanNya mendamaikan Allah dengan manusia melalui pembebasan dari dosa dan kematian, mendamaikan manusia dengan dirinya, sesama dan alam sekitarnya.

 Dia lahir untuk kita. Dia datang untuk kita. Apakah kita telah menerima-Nya dan membuka pintu hati kita untuk Dia? Menerima Anak Yang Telah Lahir yaitu Mesias itu artinya kita membuka diri untuk mengalami penyertaan dan pemeliharaan Tuhan di dalam hidup kita di dunia ini. Dia menjadi penasihat ajaib bagi kita yang memberikan nasihat dan jalan keluar bagi kita di setiap pergumulan yang alami. Dengan keperkasaan-Nya kita akan dijaga dan dilindungi, sebagai Bapa, Dia menyediakan kebutuhan kita anak-anakNya. KehadiranNya ditengah-tengah kita mendatangkan dan menciptakan kedamaian.

Di Minggu-minggu adven ini kita diingatkan supaya lebih sungguh-sungguh mempersiapkan hati kita menjadi palungan bagi Mesias, menjadi tempat dimana Dia berdiam dan berkuasa di dalam kehidupan kita. Kita jangan terlena hanya untuk persiapan-persiapan yang sifatnya ritual-ritual.

 

 

Doa:    Terpujilah Engkau, ya Allah Bapa kami, karena Engkau telah mengutus AnakMu  lahir ke tengah-tengah dunia  ini supaya kami selamat dan hidup di dalam damai sejahtera. Amin.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: