jump to navigation

Persembahan Buah Dari Kasih Setia Dan Pengenalan Akan Allah Desember 15, 2008

Posted by Agus Dasa Silitonga in Renungan Harian Palito.
trackback

Renungan Harian, Senin, 15 Desember 2008

 

Persembahan Buah Dari Kasih Setia dan Pengenalan Akan Allah

 

Hosea 6 : 6

 

“Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan,

dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran”

 

               Hosea nabi yang melayani di tengah-tengah umat Israel  disaat ketidakadilan, penyembahan berhala, dan kejahatan merajalela. Untuk menunjukkan dosa umatNya, Tuhan memerintahkan Hosea mengawini seorang wanita sundal (Hosea 1:2). Namun demikian Tuhan juga menunjukkan bahwa Dia tetap mengasihi umatNya, hal tersebut ditunjukkan dengan memerintahkan Hosea menerima kembali isterinya yang sudah bersundal dan berzinah (Hosea 3:1). Hosea menegor kasih setia umat yang hanya pura-pura, mereka rajin membawa korban sembelihan dan korban-korban bakaran ke Bait Suci tetapi mereka juga melakukan ketidakadilan dan menyembah Baal. Korban sembelihan dan korban bakaran yang demikian tidak disukai oleh Tuhan. Yang sungguh-sungguh diminta Tuhan dari umatNya adalah: 1) kasih setia yaitu kasih yang kokok, kasih yang setia sebagai tanggapan terhadap kasih Tuhan; 2) Tuhan juga mengharapkan pengenalan akan diri-Nya sebagai Tuhan atas kehidupan mereka yaitu yang berkuasa di dalam kehidupan umatNya.

               Dalam kehidupan kita saat ini korban sembelihan dan korban bakaran adalah persembahan yang merupakan tanggapan kita (syukur kita) atas berkat yang telah kita terima dari Tuhan. Kita harus hati-hati memahami nas ini bahwa Allah tidaklah mau melarang kita memberikan persembaha. Sebaliknya kita didorong untuk memberikan persembahan kita kepada Tuhan dengan dasar kasih setia dan pengenalan kita akan Allah. Kita mengasihi Tuhan dengan kasih setia walaupun dalam hidup ini kita harus menghadapi berbagai macam pergumulan. Kesetiaan itu muncul dari pengenalan kita akan Allah yang berkuasa atas kehidupan kita.

               Apakah yang disukai Tuhan dari kehidupan kita? Kasih setia dan pengenalan akan Dia. Apabila kita telah hidup di dalamnya maka persembahan yang kita persembahkan kepada-Nya pastilah juga akan menyukakan hati Tuhan.

              

                

Doa:    Bapa kami di dalam sorga. Kami memohon kiranya Roh Kudus dicurahkan dalam kehidupan kami sehingga kami hidup di dalam kasih setia dan kami mengenal Engkau adalah yang berkuasa di dalam kehidupan kami. Kiranya kami memberikan persembahan di atas dasar kasih setia kepadaMu dan pengenalan akan Engkau. Amin.  

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: