jump to navigation

Kegemilangan Tuhan Menyertai Kita Januari 15, 2009

Posted by Agus Dasa Silitonga in Renungan Harian Palito.
trackback

Renungan Kamis 15 Januari 2009

Dari Almanak HKBP Bacaan Malam Hari

 

Kegemilangan Tuhan Menyertai Kita

(Keluaran 33: 19 – 23)

 

 Sebagai seorang pemimpin, Musa menghadapi tantangan-tantangan dari umat Israel yang dipimpinnya; disaat yang demikian Musa merasa sangat kesepian. Harun sudah berdosa serta menyesatkan bangsa Israel, bahkan berusaha membela diri dengan mengucapkan dusta (bnd. Keluaran 32:24). Dengan tugas yang diberikan Tuhan kepadanya, Musa mengharapkan kehadiran seorang sahabat yang akan menolong dia. Namun demikian Tuhan belum mengutus orang demikian. Lalu Musa mengingat hubungannya yang khusus dengan Tuhan, yang mengenal dia secara pribadi dan dihadapan-Nya dia mendapat kasih karunia. Musa menginginkan supaya Tuhan memberitahukan kepadanya “jalan-Nya”, karena masa depan penuh dengan ketidakpastiaan. Musa mengakhiri permintaannya dengan mengingatkan Tuhan bahwa bangsa Israel adalah umat-Nya (Kel.33:13).  Tuhan menjawab bahwa Dia sendiri akan membimbing Musa dan memberikan ketentraman kepada Musa. Namun, Musa belum puas, karena itu Musa meminta supaya Tuhan memberikan tanda dengan memperlihatkan kemuliaan-Nya supaya dia mengetahui bahwa dia telah mendapat kasih karunia Tuhan (ay.18).

Tuhan tidak memenuhi permintaan Musa atau sekurang-kurangnya tidak memenuhi secara total. Musa akan mengalami penyataan khusus yang tidak diberikan kepada orang lain karena Tuhan memutuskan secara bebas memberi kasih karunia kepada dia, tetapi ada batasannya. Musa tidak akan melihat kemuliaan Tuhan secara langsung dan sempurna. Karena kemuliaan Tuhan sangat besar, sehingga hanya Dialah yang sanggup melindungi orang yang mengalami kontak dengan Dia. Itu sebabnya Tuhan menempatkan Musa dalam lekuk gunung dan menudunginya dengan tangan-Nya, sampai kemuliaan-Nya lewat, Musa tidak dapat melihat wajah Tuhan, tetapi sesudah Dia berjalan lewat, Tuhan menarik tangan-Nya dan Musa bisa melihat belakang-Nya.

Dalam kehidupan kita di dunia ini, di saat kita menghadapi banyak pergumulan-pergumulan hidup; di saat kita mempunyai tugas yang rumit; di saat itu kita merasa kesepian dan membutuhkan seseorang yang dapat menemani dan menolong kita. Tetapi seseorang yang kita nantikan itu tidak kunjung datang. Kemudian kita bertanya dari manakah pertolongan?

Kita tidak perlu takut dan khawatir, kita tidak perlu merasa kesepian dan merasa tidak ada yang mendukung dan menolong kita. Tuhan sudah menyatakan kemuliaan-Nya kepada kita di dalam Yesus Kristus yang disalibkan dan dibangkitkan. Kalau Tuhan mau menyerahkan Anak-Nya yang tunggal mati di kayu salib untuk menyatakan kasih-Nya kepada kita; pastilah Dia akan membimbing kita, kegemilangan-Nya yaitu kebajikan dan kebaikan-Nya akan menyertai kita, kasih dan karunia-Nya akan memelihara kehidupan kita sepanjang kita tidak sangsi akan kuasa-Nya tetapi kita tetap beriman teguh kepada-Nya.

 

KJ.No.416:1    “Tersembunyi ujung jalan, hampir atau masih jauh; ‘ku dibimbing tangan Tuhan ke neg’ri yang tak ‘ku tahu. Bapa, ajar aku ikut, apa juga maksudMu, tak bersangsi atau takut, beriman tetap teguh”

 

Doa:       Ya Tuhan, Bapa kami di dalam sorga. Kami puji dan sembah namaMu yang telah menyatakan kemuliaanMu di dalam AnakMu Yesus Kristus untuk menebus dan menyelamatkan kami. Kami memohon kiranya kemuliaanMu senantiasa menyertai kami, kasih karuniaMu Engkau nyatakan di dalam kehidupan kami sehingga kami tidak kalah oleh pencobaan-pencobaan dunia ini. Ajar kami senantiasa untuk tidak sangsi dan ragu-ragu akan kuasaMu tetapi kami tetap beriman teguh dan berpengharapan hanya kepadaMu. Amin.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: