jump to navigation

Allah Menginginkan Kita Hidup. Bertobat Dan Setialah Januari 17, 2009

Posted by Agus Dasa Silitonga in Renungan Harian Palito.
trackback

Renungan Sabtu 17 Januari 2009

Dari Almanak HKBP Bacaan Malam Hari

 

Allah Menginginkan Kita Hidup. Bertobat Dan Setialah

(Yehezkiel 18: 23 – 28)

 

            Allah tidak menginginkan kematian umat manusia, bahkan orang fasik sekalipun Dia tidak menginginkan kematiannya tetapi pertobatan orang fasiklah yang diinginkan Allah supaya dia hidup. Inilah kebenaran kasih Tuhan dan untuk itulah Dia mengutus AnakNya yang tunggal ke dunia ini. Yesus datang bukan untuk orang benar tetapi untuk orang yang berdosa, Dia datang untuk memanggil orang berdosa dan setiap orang yang menerimaNya serta meninggalkan jalannya yang tidak benar akan terhindar dari kebinasaan/kematian melainkan beroleh hidup yang kekal.

            Bertobat dengan meninggalkan kehidupan yang lama yaitu hidup di dalam dosa dan memasuki hidup yang baru yaitu hidup di dalam Tuhan akan memperoleh hidup. Sebaliknya seseorang yang benar pada mulanya, hidupnya di dalam Tuhan, tetapi dia tidak bertahan sampai kepada akhirnya, dia berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan maka dia akan mati karena kecurangannya. Oleh karena Tuhan tidak menginginkan kematian orang fasik tetapi pertobatannya kaum Israel menuduh tindakan Tuhan itu tidak tepat. Mereka menginginkan tindakan Tuhan adalah menghukum orang fasik tidak perlu menunggu pertobatannya (ingat cerita Yunus yang protes karena Tuhan menyelamatkan orang Niniwe). Sebaliknya mereka beranggapan biarpun mereka telah meninggalkan kebenaran dan hidup di dalam kecurangan tetapi karena status mereka umat pilihan Tuhan mereka akan hidup.  

            Allah menginginkan kita hidup, Dia tidak menginginkan kematian kita. Saat ini, ketika kita mendengar firman Tuhan ini marilah kita melakukan pertobatan, kita tanggalkan dan tinggalkan segala dosa yang selama ini kita lakukan. Kita kembali ke jalan yang benar jalan yang ditunjukkan Tuhan. Orang yang hidup di dalam kebenaran dan berlaku sesuai dengan kehendak Tuhan, tetaplah hidup di dalamnya dan setialah. Sebab kebinasaan dan kematian juga akan mendatangi kita ketika kita berbalik dan melakukan kecurangan. Kita tidak dapat mengatakan bahwa kita dulu berbuat benar, sebab hal tersebut tidak diingat-ingat lagi. Itu artinya orang yang tidak mau bertobat dan yang tidak setia sampai akhir hidup di dalam kebenaran sama-sama akan mengalami kematian dan kebinasaan. Allah menginginkan kita hidup. Bertobatlah dan setialah.

 

 

Doa:       Ya Tuhan, Engkau menginginkan kami hidup tetapi kami sering melakukan yang sesuai dengan kehendakMu. Ampunilah kami dan dengan Roh KudusMu tuntun kami ke dalam pertobatan. Kuatkan kami untuk tetap setia kepadaMu meskipun kami menghadapi pergumulan-pergumulan hidup di dunia ini. Amin.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: