jump to navigation

Bagi Tuhan Tidak Ada Yang Mustahil Januari 19, 2009

Posted by Agus Dasa Silitonga in Renungan Harian Palito.
trackback

Renungan Senin 19 Januari 2009

Dari Almanak HKBP Bacaan Malam Hari

 

Bagi Tuhan Tidak Ada Yang Mustahil

(Kejadian 18: 9 – 15)

 

Nas ini menceritakan Tuhan menampakkan diri kepada Abraham di Mamre waktu dia duduk di pintu kemahnya. Abraham melihat tiga orang berdiri di depannya dan dia berlari menyongsong ke tiga orang tersebut. Sungguh luar biasa Abraham, dia belum mengenal ketiga orang tersebut tetapi dia menawarkan supaya mereka sudi singgah untuk beristirahat, dan jika mereka mau bagi Abraham itu suatu kebahagian. Abraham melayani mereka dengan baik dan menyuruh isterinya Sara untuk mempersiapkan jamuan makan bagi tamu mereka. Abraham memilih seekor anak lembuh yang empuk dan baik dagingnya untuk diolah oleh hambanya. Sungguh perbuatan dan pelayanan yang luar biasa dari seorang Abraham kepada tamu yang belum dikenalnya.

Ketiga orang tamu Abraham memulai percakapan dengan menanyakan: Dimana Sara isteri Abraham? Tentu saja Abraham heran mendengar pertanyaan tersebut, bagaimana orang yang tidak dikenalnya itu mengetahui kaum keluarganya. Di dalam keheranan Abraham menjawab: Di dalam kemah. Sang Tamu yang adalah Tuhan mengulangi menjanjikan seorang anak laki-laki kepada Abraham dari isterinya Sara. Perbedaan dari janji Tuhan terdahulu adalah dalam nas ini Tuhan menetapkan waktu kehadiran anak ditengah-tengah keluarga Abraham yaitu satu tahun kemudian dari saat Tuhan mengatakan janjiNya kepada Abraham. Kembali Abraham heran mendengar janji tersebut. Darimanakah tamunya mengetahui bahwa keinginan hati yang tertinggi dari Abraham dan Sara adalah seorang anak, seorang ahli waris. Darimanakah mereka mengetahui, bahwa perjanjian Tuhan mengenai anak itu merupakan rahasia dan kegembiraan kehidupannya? Mereka sudah lama menanti-nantikan, tetapi janji itu belum digenapi. Nubuatan yang didengarnya “anak laki-laki” dan “tahun depan” adalah jaminan khusus, konkrit, istimewa dan jelas. Barulah Abraham mulai sadar bahwa dibelakang ketiga orang tamunya itu tersembunyi satu tokoh yang lain yang bicara dan sudah lama menganali Abraham, mengenali jalannya dan hidupnya, yaitu Tuhan.

Namun, bukanlah pengenalan dan kepercayaan Abraham yang tampak kemudian, melainkan ketakpercayaan, ketakkenalan dan kebutaan Sara. Sara berdiri di belakang pintu dan mendengarkan percakapan tersebut. Sara tertawa karena ketidakpercayaan sebab dia dan suaminya Abraham sudah tua dan tidak mungkin baginya mereka memperoleh anak. Percakapan itu bagi Sara adalah lelucon sebab waktu untuk mengandung telah lewat dan tidak akan kembali lagi, itulah yang menyebabkan dia tertawa. Apa yang dialami Sara diketahu oleh Tuhan dan bertanya kepada Abraham: Mengapakah Sara tertawa dan berkata: “Sungguhkan aku akan melahirkan anak, sedangkan aku telah tua?”. Selanjutnya dikatakan kepada Abraham dan bentuk pertanyaan: Adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk Tuhan? Tentu jawabnya: bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Sara menyangkal dengan mengatakan: “Aku tidak tertawa”; sebab ia takut; tetapi Tuhan berfirman: “Tidak, memang engkau tertawa”. Setelah anak yang dijanjikan Tuhan itu lahir dia dinamai Ishak dan Sara berkata: “Allah telah membuat aku tertawa, setiap orang yang mendengarnya akan tertawa karena aku”.

Ada beberapa hal yang sangat penting kita renungkan dari nas ini: 1) Masih adakah yang seperti Abraham dalam kehidupan kita saat ini? Dimana kita mau dengan tulus dan sukacita melayani orang lain walaupun orang lain tersebut belum kita kenal. Kita mengosongkan diri seperti Abraham dimana dia seoang yang biasa dilayani tetapi dia mau melayani. Pasti masih ada, dan kiranya kita adalah salah satu dari orang yang seperti Abraham di zaman sekarang ini. 2) Jangan pernah menolak orang yang datang kepada kita sekalipun orang tersebut belum kita kenal. Sebab Abraham tanpa sepengetahuannya dia telah menjamu dan melayani Tuhan. Kita harus dengan sukacita menerima setiap orang, jangan-jangan yang datang itu adalah Tuhan yang hendak bertamu dan singgah di rumah kita. 3) Dalam hidup kita di dunia yang serba sulit dan susah saat ini, dan disaat kita menghadapi pergumulan yang menekan hidup kita, bisa saja kita merasa tidak ada lagi jalan keluar, tidak mungkin lagi kita bisa dapat keluar dari situasi yang sulit yang kita hadapi, dari sakit penyakit yang kita derita. Firman ini mengingatkan kita bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil, tidak sesuatu yang tidak mungkin bagi Tuhan. Segala sesuatu adalah mungkin bagi Tuhan sebab di dalam Dia ada kuasa menjadikan segala sesuatu menjadi mungkin.

Marilah kita jalani hidup kita di dunia ini dengan hidup yang mau melayani dengan tulus dan melakukannya kepada siapa saja; kita selalu mau saling menerima satu sama yang lain, bahkan ketika seseorang itu belum kita kenal, sebab ketika kita mau saling menerima maka kita  dapat saling mengenal; dan percayalah akan kuasa Tuhan yang berkuasa membuat segala sesuatu menjadi mungkin.   

 

Doa:    Ya Tuhan, tinggallah di dalam hati kami dan kuasailah kehidupan kami. Ajarlah kami untuk hidup melayani dengan apa yang ada pada kami. Dan tanamkan di dalam hati kami iman percaya akan kuasaMu yang berkuasa membuat segala sesuatu menjadi mungkin. Amin.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: