jump to navigation

Mendengar Suara Tuhan Januari 22, 2009

Posted by Agus Dasa Silitonga in Renungan Harian Palito.
trackback

Renungan Kamis 22 Januari 2009

Dari Almanak HKBP Bacaan Malam Hari

 

Mendengar Suara Tuhan

(1 Samuel 3: 1 – 10)

 

 Samuel masih sangat muda sekali (anak-anak) ketika dia diserahkan ibunya Hana menjadi pelayan Tuhan di bawah pengawasan imam Eli. Itu sebabnya dia disebut belum mengenal Tuhan dan firman Tuhan belum pernah dinyatakan kepadanya (ay.7). Karena Samuel masih buta mengenai Tuhan dan firman-Nya menyebabkan dia tidak tahu bahwa yang memanggilnya adalah Tuhan, dia mengira suara yang memanggil itu adalah imam Eli, hal tersebut terjadi sampai tiga kali. Barulah setelah imam Eli mengerti bahwa Tuhan-lah yang memanggil Samuel, dia berkata kepada Samuel: “Pergilah tidur dan apabila Ia memanggil engkau, katakanlah: Berbicaralah Tuhan, sebab hamba-Mu ini mendengar”. Dan Samuel melakukan apa yang diajarkan oleh Eli, ketika Tuhan memanggilnya untuk ke empat kalinya, Samuel menjawab: “Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar”.  Apa yang dapat kita pelajari dan kita renungkan dari nas ini?

1) Kita senantiasa terjaga mendengar suara Tuhan. Meskipun Samuel sudah tertidur namun dia tetap waspada sehingga suara panggilan yang ditujukan kepadanya tidak lewat begitu saja. Dia terjaga dan mendengar meskipun dia belum mengerti bahwa yang memanggilnya itu adalah Tuhan. Bisa saja dalam hidup kita di dunia ini kita tidak menyadari suara Tuhan memanggil kita, memanggil kita untuk melayani-Nya melalui pelayanan di tengah-tengah gereja dan masyarakat. Hal tersebut boleh disebabkan oleh karena kita tenggelam dalam kesibukan-kesibukan dan rutinitas yang kita lakukan. Kita terlalu sibuk memikirkan hal-hal yang duniawi, memikirkan kebutuhan-kebutuhan jasmani kita, sehingga suara Tuhan tidak kita dengar dan kita akhirnya melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak benar.

2) Mengenal suara Tuhan. Dalam dunia ini banyak suara-suara yang kita dengar dan tidak semua suara yang kita dengar itu baik ada juga suara-suara yang tidak baik yang mencobai iman percaya dan hendak mencelakakan kita. Karena itu kita harus selalu waspada, berjaga-jaga dan berdoa sehingga kita tidak tergoda oleh suara-suara yang tidak baik tersebut. Sebagai anak-anak Tuhan, kita harus mengenal dan mendengar suara Tuhan serta menyambut dengan mengatakan: “Berbicaralah hamba-Mu siap mendengar”.  

Seperti apakah suara Tuhan dalam kehidupan kita saat ini? Suara Tuhan dapat kita dengan dari pengajaran mengenai firman Tuhan, nasihat-nasihat yang baik dan membangun, dan suara minta tolong dari orang-orang yang mengalami kesusahan. Semua itu adalah suara yang berasal dari Tuhan yang harus kita dengar dan kita respon melalui perbuatan nyata di dalam kehidupan kita. Selamat mendengar suara Tuhan.  

 

KJ.No.387        “Dengar panggilan Tuhan, dan oleh kuasaNya, kau jadi anak Tuhan, pelayan umatNya”

                           “Gunakanlah bakatmu, pemb’rian kasihNya; amalkanlah karyamu, bagi manusia”

 

Doa:    Bapa di dalam sorga, dengan kuat kuasa Roh Kudus bimbing kami untuk senantiasa mendengar suaraMu di dalam kehidupan kami. Sehingga hidup kami senantiasa melakukan yang sesuai dengan kehendakMu. Amin.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: