jump to navigation

Celaka Karena Memberontak Januari 30, 2009

Posted by Agus Dasa Silitonga in Renungan Harian Palito.
trackback

Renungan Malam Jumat 30 Januari 2009

Dari Almanak HKBP Bacaan Malam Hari

 

Celaka Karena Memberontak

(1 Raja-Raja 18: 16 – 19)

 

“Jawab Elia kepadanya: Bukan aku yang mencelakakan Israel, melainkan engkau ini dan kaum keluargamu, sebab kamu telah meninggalkan perintah-perintah Tuhan dan engkau ini telah mengikuti para Baal” (ay.18)

 

            Sering dalam kehidupan ini kita menyalahkan orang lain, menyalahkan keadaan, menyalahkan pemerintah, menyalahkan mekanisme atau system yang berlaku ketika kita mengalami sesuatu yang sulit atau permasalahan dalam hidup. Padahal tidak jarang kita tidak menyadari bahwa kita sudah melakukan yang tidak benar atau melanggar aturan-aturan yang berlaku atau yang sudah ditetapkan.  

            Demikianlah yang dialami Samaria di bawah pimpinan Raja Ahab. Samaria mengalami masa-masa kelaparan berat, karena musim kemarau yang panjang. Atas kejadian tersebut Ahab menuduh dan menyalahkan bahwa nabi Tuhan yang bernama Elia-lah menyebab kecelakaan yang terjadi di Israel (Samaria). Elia menjawab bahwa bukan dia yang mencelakakan Israel, tetapi kecelakaan (kelaparan) tersebut terjadi karena Ahab dan keluarganya telah melakukan pemberontakan terhadap Tuhan. Ahab dan seluruh kaum keluarganya telah meninggalkan perintah-perintah Tuhan dan mereka telah mengikuti para Baal. Dalam 1 Raja-Raja 16:29-34 dapat kit abaca bahwa Ahab telah melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Dia mengambil Izebel putri raja orang Sidon menjadi isterinya dan dia menyembah Baal yang disembah orang Sidon. Perbuatannyalah yang membuat Samaria mengalami kecelakaan tersebut. Dalam ayat-ayat berikuta setelah nas ini di gunung Karmel Elia menunjukkan bahwa Tuhan-lah yang paling berkuasa atas allah orang sidok yang disembah oleh Ahab dengan meninggalkan Tuhan.

            Nas ini hendak mengingatkan kita untuk tetap setia kepada perintah-perintah Tuhan. Dan ketika kita mengalami sesuatu yang sulit yang harus kita selidiki adalah perilaku kita, jangan-jangan kita telah menyeleweng dari firman dan perintah Tuhan. Atau mungkin yang terjadi itu adalah untuk lebih menguatkan iman dan pengharapan kita hanya kepada Tuhan. Artinya dalam segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita mari kita menyikapinya dengan melakukan permenungan dan mengoreksi diri kita daripada sibuk menyalahkan orang lain dan keadaan yang terjadi. Tentu saja kita berdoa memohon kekuatan, hikmat dari Tuhan untuk melewati dan menghadapi semua yang kita alami.

 

 

Doa:    Bapa di dalam sorga, kalau kami melanggar perintah-perintahMu ampunilah kami dan ingatkan kami untuk kembali ke jalan yang Engkau kehendaki dan jangan biarkan kami celaka oleh karena kebodohan kami. Curahkan Roh Kudus kepada kami sehingga kami mempunyai kekuatan untuk menghadapi pergumulan-pergumulan hidup di dunia ini. Amin.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: