jump to navigation

Berkabunglah Karena Dosa Februari 3, 2009

Posted by Agus Dasa Silitonga in Renungan Harian Palito.
trackback

Renungan Malam Selasa 03 Januari 2009

Dari Almanak HKBP Bacaan Malam Hari

 

Berkabunglah Karena Dosa

(Keluaran 33: 1 – 6 )

 

“Ketika bangsa itu mendengar ancaman yang mengerikan itu, berkabunglah mereka dan seorangpun tidak ada yang memakai perhiasannya” (ay.4)

 

            Tuhan memerintahkan Musa memimpin umat Israel melanjutkan perjalanan ke tanah yang dijanjikan, tanah Kanaan. Tetapi Tuhan tidak akan hadir di tengah-tengah mereka, Tuhan hanya mengutus seorang malaikat berjalan di depan mereka untuk menghalau bangsa-bangsa yang menghalangi perjalanan umat Israel menuju tanah Kanaan. Tuhan tidak hadir di tengah-tengah mereka disebabkan pemberontakan umatNya, dan kehadiran Tuhan ditengah-tengah mereka yang tegar tengkuk akan membinasakan mereka di perjalanan.

Bagi Musa dan umat Israel ketidak hadiran Tuhan ditengah-tengah mereka merupakan ancaman yang mengerikan. Sebab mereka sudah melihat kuasa Tuhan yang membawa mereka keluar dari Mesir dan kuasa Tuhan yang menyertai mereka selama di padang gurun. Beruntung umat Israel menyadari pemberontakannya dan melakukan perkabungan dimana tidak seorangpun diantara mereka yang memakai perhiasan; dan selanjutnya Musa yang tidak bersedia menerima keputusan Tuhan tersebut kembali memohon kepada Tuhan (ay.12-14). Permohonan Musa tersebut menunjukkan bahwa mereka dapat memasuki tanah Kanaan hanya-lah  dengan kehadiran Tuhan di tengah-tengah mereka. Akhirnya Tuhan mendengar perkabungan umat Israel dan permohonan Musa dan mereka dibimbing Tuhan memasuki tanah Kanaan (ay.14).

            Apakah kita merasa bahwa Tuhan tidak hadir ditengah-tengah kehidupan kita? Hal itu bisa terjadi sama seperti ancaman Tuhan kepada umatNya Israel. Kalau Tuhan berkuasa hadir ditengah-tengah umatNya maka Dia juga berkuasa untuk menarik Diri atau tidak hadir ditengah-tengah mereka. Hanya karena pemberontakan kita kepada Tuhan yang membuat Dia tidak hadir ditengah-tengah kita. Oleh karena itu, yang perlu kita lakukan adalah memeriksa ketaatan dan kesetiaan kita kepadaNya. Jika kita memberontak kepada Tuhan, hidup kita tidak setia dan taat kepada firmanNya, kita hidup di dalam dosa; maka marilah kita melakukan perkabungan, mengaku dosa dihadapanNya dan memohon belas kasihanNya. Hanya dengan kehadiran Tuhan di tengah-tengah kita maka kita dapat menjalani kehidupan ini, melewati pergumulan dan penderitaan dan kita sampai ke garis akhir, mengalami hidup berbahagai, damai dan sejahtera.

 

 

Doa:      Ya Tuhan yang Mahapengasih. Kami memohon pengampunanMu atas dosa dan pemberontakan kami kepadaMu sehingga kami layak menerima berkat kehadiranMu di tengah-tengah kami. Sebab tanpa kehadiranMu di tengah-tengah kami, kami enggan melangkah dan kami tidak akan dapat melewati pergumulan dan penderitaan di dunia ini. Amin.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: