jump to navigation

Hukuman Mendahului Keselamatan Februari 16, 2009

Posted by Agus Dasa Silitonga in Renungan Harian Palito.
trackback

Renungan Malam Senin 16 Pebruari  2009

Dari Almanak HKBP Bacaan Malam Hari

 

Hukuman Mendahului Keselamatan

(Yesaya 6: 9 – 13)

 

“Kemudian firman-Nya: “Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Lihatlah sungguh-sungguh, tetapi menanggap: jangan! Buatlah hati bangsa ini keras dan buatlah telinganya berat mendengar dan buatlah matanya melekat tertutup, supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik dan menjadi sembuh”(ay.9-10)

 

Tuhan mengutus Yesaya untuk menyampaikan nubuatan yang berisi hukuman kepada bangsa Israel, bangsanya sendiri. Tugas tersebut sangat berat dan penuh dengan risiko, terlebih lagi Tuhan mengeraskan hati umatNya. UmatNya di minta mendengar dengan sungguh-sungguh berita yang disampaikan Yesaya tetapi untuk mengerti berita tersebut umatNya tidak diperbolehkan Tuhan; umatNya diminta melihat dengan sungguh-sungguh tetapi untuk menanggap umatNya tidak diperbolehkan. Yesaya diberi tugas untuk membuat telinga umat berat mendengar dan mata mereka melekat tertutup supaya tidak melihat, tidak mendengar dan tidak mengerti. Hati umat dikeraskan supaya mereka tidak berbalik kepada Tuhan dan menjadi sembuh. Hal ini tentu sangat mengherankan dan bertentangan dengan kemurahan dan kesucian Tuhan yang selalu menghendaki adanya pertobatan dan keselamatan bagi umatNya. Karena itu Yesaya bertanya: “berapa hal tersebut akan terjadi”? Sampai berapa lami kekerasan hati yang mendatangkan hukuman tersebut berlangsung?. Tuhan menjawab Yesaya sampai kota-kota yang lengang tidak ada yang mendiami, di rumah-rumah tidak ada manusia dan tanah menjadi sunyi dan sepi. Nubuatan ini menunjukkan kepada pembuangan yang akan mereka alami, dimana bangsa Babel mengepung dan menaklukkan mereka. Bangsa Israel terbuang ke Babel dan Yerusalem tinggal reruntuhan dan puing-puing, menjadi kota perkabungan.

Kenapa Tuhan mengeraskan hati umatNya? Tuhan mengeraskan hati umatNya bukanlah supaya mereka binasa untuk seterusnya atau Tuhan berencana melenyapkan keberadaan umatNya. Sebaliknya Tuhan mempunyai rencana besar bagi umatNya yaitu rencana keselamatan yang ajaib dan unik, dimana dari “sisa yang diselamatkan” Tuhan akan membangkitkan tunas yang kudus. Nubuatan ini menunjuk kepada Yesus, Dialah tunas kudus yang lahir dari tunggul Isai. Hukuman Tuhan merupakan pendahuluan rencana keselamatan yang akan dilakukanNya.

Kalau kita melihat yang terjadi disekeliling kita dimana kejahatan semakin merajalela, KKN masih tetap merajalela di tengah-tengah bangsa kita. Mungkin bisa timbul pertanyaan di dalam diri kita: “apakah Tuhan sedang mengeraskan hati manusia itu sehingga tidak bertobag”? Bisa saja. Tetapi nas ini mengingatkan kita bahwa rencana Tuhan bukanlah rencana kecelakaan dalam hidup umat pilihanNya, sebaliknya rencana Tuhan adalah rencana keselamatan dan masa depan yang penuh harapan. Pada waktunya Tuhan akan membangkitkan dan menghadirkan seorang yang dapat memimpin dan membawa pembaharuan.

 

 

Doa:    Ya Tuhan, kami memuliakan namaMu karena Engkau merencanakan keselamatan bagi kami; meskipun kami harus mengalami terlebih dahulu pergumulan dan penderiitaan. Ajar kami senantiasa untuk memiliki hati yang taat. Amin.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: