jump to navigation

Tuhan Memampukan Kita Februari 18, 2009

Posted by Agus Dasa Silitonga in Renungan Harian Palito.
trackback

Renungan Malam Rabu 18 Pebruari 2009

Dari Almanak HKBP Bacaan Malam Hari

 

Tuhan Memampukan Kita  

(Keluaran 3: 10 – 12)

 

“Lalu firman-Nya: “Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini.” (ay.12)

             

Menjadi seorang pemimpin bukanlah pekerjaan yang mudah, sebab di dalamnya terdapat tanggungjawab yang besar, apalagi memimpin sebuah bangsa.  Sang pemimpin dituntut memiliki hikmat menghadapi bangsanya sendiri dan menghadapi bangsa-bangsa disekitarnya. Musa dipanggil dan diutus Tuhan untuk memimpin bangsa Israel, dimana tugasnya yang pertama adalah menemui Firaun, raja Mesir, untuk meminta bangsa Israel diperbolehkan dia bawa keluar dari Mesir. Pengutusan tersebut sangat berat dirasakan oleh Musa sehingga dia berkata kepada Tuhan: “siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?”. Musa menyadari keterbatasan dan ketidaksanggupannya mengemban tugas yang mulia dan berat tersebut, dia merasa tidak mampu melaksanakan tugas tersebut. Tuhan tidak membiarkan hidup di dalam keragu-raguan; Tuhan meneguhkan Musa untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawab tersebut; Tuhan tidak membiarkan Musa sendirian menemui Firaun tetapi Tuhan akan menyertainya. Sebagai tanda akan penyertaan Tuhan tersebut kepada Musa disampaikan bahwa setelah Musa membawa keluar umat Israel dari Mesir maka dia akan beribadah kepada Allah di gunung Horeb.   

Bisa saja terjadi dalam kehidupan kita di dunia ini mengalami hal seperti yang dialami Musa. Kepada kita diberikan atau dipercayakan suatu tanggungjawab; kita merasakan tanggungjawab tersebut berat dan kita merasa tidak sanggup untuk melakukannya. Memang jika kita hanya mengandalkan diri kita sendiri kita tidak mampu menjalankan tanggungjawab tersebut dengan baik dan bertanggungjawab, mis: sebagai seorang pemimpin dalam pemerintahan atau swasta, sebagai seorang suami atau orangtua, sebagai hamba Tuhan yang memimpin jemaat, sebagai seorang yang memberitkan injil, dll. Tetapi bersama dengan Tuhan segala tanggungjawab dapat kita laksanakan dengan baik dan kita pertanggungjawabkan kepada manusia terlebih kepada Tuhan.

Saudara-saudara,  setiap pekerjaan atau pun pelayanan yang sedang kita lakukan dan gumuli saat ini, sepanjang kita melakukannya sesuai dengan kehendak Tuhan; maka Dia pasti menyertai dan memberikan kekuatan kepada kita, serta memampukan kita untuk melakukan dengan baik dan bertanggungjawab. Mungkin kita akan berhadapan dengan Firaun-Firaun zaman sekarang yang mencoba menghalang-halangi dan menggagalkan kita melaksanakan tugas dan tanggungjawab tersebut; tetapi hal tersebut akan dapat kita lalui dimana Tuhan mempergunakan  segala potensi yang ada pada kita untuk melaksanakannya.

Akhirnya, hidup beribadah adalah jawaban kita atas penyertaan Tuhan yang memampukan kita melakukan tugas dan tanggungjawab kita. Hidup beribadah itu berarti kita hidup mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia.

 

Doa:    Kami puji dan muliakan namaMu, ya Tuhan kami,.yang menyertai kami dalam setiap kehidupan kami.  Engkau memampukan kami dalam melakukan tugas dan tanggungjawab kami. Bentuklah hidup kami menjadi ibadah yang berkenan dihadapanMu. Amin.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: