jump to navigation

Tinggalkan Dukacita. Lakukan Pengutusan Tuhan Februari 19, 2009

Posted by Agus Dasa Silitonga in Renungan Harian Palito.
trackback

Renungan Malam Kamis 19 Pebruari 2009

Dari Almanak HKBP Bacaan Malam Hari

 

Tinggalkan Dukacita. Lakukan Pengutusan Tuhan

(1 Samuel 15: 35b – 16:3)

 

“Berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Berapa lama lagi engkau berdukacita karena Saul? Bukankah ia telah Kutolak sebagai raja atas Israel? Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah. Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagi-Ku” (16:1)

 

Tuhan memerintahkan raja Saul untuk menumpas bangsa Amalek tanpa belas kasihan; namun yang dilakukan raja Saul tidaklah demikian. Dia dan rakyatnya tidak menumpas semua bangsa Amalek, mereka menyelamatkan Agag raja Amalek menjadi tawanan dan merampas harta bendanya. Karena ketidaktaatan Saul tersebut, Tuhan menyesal telah mengangkatnya menjadi raja. Tapi Samuel abdi Tuhan itu merasa berdukacita dengan apa yang dialami raja Saul, sehingga dia berusaha menolak perintah Tuhan untuk pergi ke Betlehem, kepada Isai, untuk mengurapi seorang dari antara anak-anak Isai yang menjadi raja atas Israel. Selain berdukacita atas apa yang dialami raja Saul, Samuel juga takut jika Saul mengetahu bahwa dia pergi ke Betlehem untuk mengurapi seorang yang menjadi raja Israel, dia akan dibunuh raja Saul. Tuhan bertanya kepada Samuel: “berapa lama lagi dia akan berdukacita”? Dia mempunyai tugas yaitu menjalankan atau melakukan pengutusan Tuhan yang diterimanya yaitu mengurapi salah seorang anak Isai menjadi raja atas Israel menggantikan Saul yang telah ditolak oleh Tuhan. Itu artinya Samuel tidak boleh dibelenggu oleh dukacita sebab apa yang terjadi kepada Saul adalah keputusan dan otoritas Tuhan. Samuel harus melakukan tugas dan tanggungjawabnya yaitu sebagai wakil Tuhan untuk mengurapi yang menjadi raja di Israel.

Dalam dunia ini kita tidak terlepas dari rasa dukacita, bisa saja karena kita berpisah dengan orang yang kita cintai karena kematian, karena kita kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidup kita, karena kita atau orang yang dekat dengan kita mengalami penderitaan, dll. Nas ini mengingatkan kita untuk tidak terlalu lama larut dan dibelenggu oleh dukacita. yang sedang kita alami. Sebaliknya kita diingatkan bahwa kita harus melanjutkan  kehidupan kita di dunia ini sebagai utusan Tuhan. Banyak pekerjaan atau tanggungjawab yang harus kita lakukan; dimana semua itu tidak dapat kita lakukan kalau dukacita yang menguasai kehidupan kita. Oleh sebab itu, tinggalkan dukacita dan lakukanlah apa yang menjadi tugas kita sebagai utusan Tuhan di tengah-tengah dunia ini.

 

  

Doa:       Ya Tuhan yang kami sembah di dalam nama AnakMu, Tuhan Yesus Kristus. Jika kami mengalami dukacita jangan biarkan dukacita itu menghalangi kami melakukan tugas dan tanggungjawab kami sebagai utusanMu di dunia ini. Amin.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: