jump to navigation

Tuhan Bersama Kita Februari 21, 2009

Posted by Agus Dasa Silitonga in Renungan Harian Palito.
trackback

Renungan Malam Sabtu 21 Pebruari 2009

Dari Almanak HKBP Bacaan Malam Hari

 

Tuhan Bersama Kita

( Yosua 5: 13 – 15 )

 

“Jawabnya: “Bukan, tetapi akulah Panglima Balatentara TUHAN. Sekarang aku datang.” Lalu sujudlah Yosua dengan mukanya ke tanah, menyembah dan berkata kepadanya: “Apakah yang akan dikatakan tuanku kepada hambanya ini?” (ay.14)

           

            Yosua mendapat penglihatan ketika dia melayangkan pandangannya, dia melihat seorang laki-laki berdiri dihadapannya dengan pedang terhunus ditangannya. Yosua bertanya: “kawankah engkau atau lawan”?. Laki-laki tersebut menjawab: “dia bukan lawan tetapi dia adalah Balatentara Allah”. Mendengar laki-laki tersebut memperkenalkan dirinya adalah Balatentara Allah, Yosua sujud menyembah dan berkata: “apakah yang akan dikatakan tuanku kepada hambanya ini?”. Yosua mempersiapkan dirinya untuk mendengar apa yang akan disampaikan Tuhan kepadanya melalui Balatentaranya. Oleh Balatentara Tuhan, Yosua diperintahkan untuk membuka kasutnya sebab tanah tempat dimana dia berdiri adalah kudus. Kejadian tersebut menyadarkan Yosua akan kehadiran Allah yang tidak tampak bersama BalatentaraNya, yang siap berperang bersama dengan umatNya yang setia.

Dalam dunia saat ini, walaupun tidak mustahil terjadi, mungkin kita tidak mengalami seperti apa yang dialami oleh Yosua, dimana kita bertemu dengan Balatentara Tuhan. Namun, pengalaman Yosua ini mengajarkan kita bahwa kita tidak sendiri dalam pergumulan yang kita hadapi dalam dunia ini. Ada kuasa-kuasa rohani yang berperang demi kita; kita memiliki Roh Kudus yang senantiasa mendampingi kita sebagai penolong dan pelindung kita (Yoh.14:16-23). Kita tidak perlu khawatir akan apa pun yang kita hadapi di tengah-tengah dunia ini. Asal kita setia kepadaNya, kita mengimani dan percaya bahwa Tuhan bersama-sama dan dekat dengan kita untuk menyertai dan memelihara kehidupan kita; maka kita akan dapat menghadapi setiap pergumulan-pergumulan hidup di dunia ini.

Oleh sebab itu, di dalam iman percaya bahwa Tuhan bersama dengan kita konsekuensinya adalah dalam setiap kejadian yang kita hadapi hendaknyalah menumbuhkan pertanyaan di dalam diri kita: “apakah yang hendak dikatakan Tuhan di dalam hidup kita?”. Kita juga meninggalkan segala perbuatan yang tidak dikehendakiNya dan kita hidup di dalam kekudusan. Hidup di dalam kekudusan artinya mempersembahkan hidup kita menjadi milik dan kepunyaan Allah untuk Dia pergunakan melakukan kehendakNya.             

               

 

Doa:       Bapa kami di dalam sorga. Teguhkan iman percaya kami akan kehadiranMu di dalam setiap kejadian yang kami alami di dunia ini bahwa kami tidak sendirian, tetapi Engkau senantiasa bersama-sama dengan kami sehingga kami tidak khawatir, takut dan putus asa. Kuatkan kami untuk melakukan kehendakMu dalam kehidupan kami. Amin.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: