jump to navigation

Di Dalam Kesesakan, Berserulah Kepada Tuhan Februari 23, 2009

Posted by Agus Dasa Silitonga in Renungan Harian Palito.
trackback

Renungan Malam Senin 23 Pebruari  2009

Dari Almanak HKBP Bacaan Malam Hari

 

Di Dalam Kesesakan, Berserulah Kepada Tuhan

(2 Samuel 22: 1 – 7, 47)

 

“Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berseru. Dan Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong masuk ke telinga-Nya.”(ay.7)

 

Nas kita ini adalah sebagian dari nyanyian syukur Daud kepada Tuhan ketika Tuhan telah melepaskan dia dari cengkeraman semua musuhnya dan dari cengkeraman Saul. Artinya nyanyian syukur ini lahir dari pengenalan akan penyertaan dan pemeliharaan Tuhan atas kehidupannya; dimana dia diselamatkan dan dilepaskan dari mara bahaya yang mengancam hidupnya. Di ay.5-6 digambarkan seperti apa kesesakan yang dialami oleh Daud: “gelora-gelora maut mengelilinginya, banjir-banjir jahanam menimpanya, tali-tali dunia orang mati telah membelitnya, dan perangkap-perangkap maut terpasang di depannya”.  Dari gambaran tersebut kita dapat menyimpulkan betapa berbahayanya kehidupan yang sedang dihadapi pe-mazmur yaitu Daud, secara logika hampir-hampir tidak mungkin untuk selamat. Tetapi di dalam kesesakan tersebut Daud melakukan hal yang benar dengan berseru dan berteriak kepada Tuhan yang adalah gunung batu dan tempat perlindungan, perisai dan tanduk keselamatan, kota benteng tempat pelarian dan juruselamat. Tuhan mendengar seruan pe-mazmur dari baitNya dan  teriakannya minta tolong masuk ketelinga Tuhan. Itu artinya Tuhan menyelamatkan pe-mazmur dari marabahaya yang menghimpitnya dan dari kecelakaan yang akan menimpanya.

            Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Ketika kita mengalami kesesakan kepada siapakah kita berseru meminta pertolongan? Siapakah yang kita jadikan sebagai gunung batu, tempat perlindungan, perisai dan kota benteng tempat pelarian ketika kita menghadapi pergumulan hidup yang menghimpit kita?  Di dalam kesesakan yang kita hadapi berserulah kepada Tuhan dan Dia akan bertindak untuk menyelamatkan kita. Firman Tuhan dalam Mazmur 50:15 mengatakan: “Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku.” Berseru dan berteriak kepada Tuhan menunjukkan hidup yang berserah dan mempercayakan hidup hanya kepada Tuhan tidak kepada yang lain. Dengan nas ini kita diingatkan untuk tidak takut dan khawatir akan kesesakan-kesesakan yang kita hadapi di dunia ini. Kita mempunyai Tuhan yang setia mendengarkan seruan dan teriakan kita minta tolong.

Tuhan menyelamatkan kita dari kesesakan, apakah yang menjadi jawaban kita akan keselamatan tersebut? Sama seperti Daud kita terpanggil untuk memuji Tuhan. Di dalam puji-pujian Daud menyaksikan: “TUHAN hidup! Terpujilah gunung batuku, dan ditinggikanlah kiranya Allah gunung batu keselamatanku (ay.47).  

 

Doa:    Ya Tuhan, dalam dunia ini kami sering menghadapi situasi yang membuat kami mengalami kesesakan; kami memohon kiranya Tuhan menyelamatkan kami. Dengan Roh Kudus ingatkan kami untuk berseru dan berteriak hanya kepadaMu dan memuji serta memuliakan namaMu sebab Engkau gunung batu, kota benteng keselamatan kami. Amin.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: