jump to navigation

Menyanyikan Kebesaran Tuhan Februari 27, 2009

Posted by Agus Dasa Silitonga in Renungan Harian Palito.
trackback

Renungan Malam Jumat 27 Pebruari 2009

Dari Almanak HKBP Bacaan Malam Hari

 

Menyanyikan Kebesaran Tuhan  

 ( Ulangan 32: 1 – 4 )

 

 “Pasanglah telingamu, hai langit, aku mau berbicara, dan baiklah bumi mendengarkan ucapan mulutku.” (ay.1)

 

            Nas ini adalah sebahagian dari nyanyian yang diperdengarkan oleh Musa ditengah-tengah persekutuan umat Israel. Musa memperdengarkan nyanyian yang sekaligus juga pengajaran kepada umat Israel adalah atas perintah Tuhan. Yang dinyanyikan Musa adalah kebesaran Tuhan; dimana dengan nyanyian tersebut dimaksudkan untuk menanamkan kesan kepada Israel bahwa seluruh keberadaan mereka merupakan hasil dari kesetiaan dan kemurahan Allah. Tuhan sendiri menuntun dan memelihara mereka. Dengan memahami nyanyian Musa yang menyanyikan kebesaran perbuatan Tuhan diharapkan umat Israel tetap menjaga kesetiaan mereka kepada Tuhan.

            Secara alegoris Musa mengajak supaya langit dan bumi mendengarkan suara nyanyiannya; yang sebenarnya dia ajak untuk memasang telinga dan mendengarkan nyanyiannya adalah bangsa Israel yang akan memasuki tanah perjanjian. Dengan memasang telinga, Musa mengharapkan nyanyian dan pengajarannya menitik laksana hujan, menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas  tumbuh-tumbuhan. Perkataan-perkataan ini menggambarkan bahwa apa yang hendak disampaikannya adalah sesuatu yang sangat penting dan bermamfaat bagi umat kehidupan bangsa Israel ke masa depan di tanah perjanjian, tanah Kanaan; sebab yang akan dinyanyikan Musa adalah mengenai keberadaan Tuhan. Dalam nyanyiannya Musa mengajarkan bahwa Tuhan adalah gunung batu, pekerjaanNya sempurna,  segala jalan-Nya adil, Allah setia dan tiada kecuranga, Tuhan itu adil dan benar. Dengan mengetahui keberadaan Tuhan tersebut, Musa mengajak bangsa Israel untuk memberikan kemuliaan, hormat dan kekuasaan kepada Tuhan.

            Saudara-saudara, sama seperti Musa kita juga diajak untuk menyanyikan kebesaran dan rahmat Tuhan di dalam kehidupan kita. Banyak hal yang kita hadapi di tengah-tengah dunia ini, tetapi sampai sekarang kita masih dapat berdiri dan melanjutkan perjalanan kita sebab Tuhan gunung batu bagi kita. Tuhan setia menyertai dan memelihara kehidupan kita. Pekerjaan-pekerjaan Tuhan begitu sempurna di dalam kehidupan kita sehingga segala sesuatu dapat kita lewati dengan sukacita. Bagaimanakah hidup yang Menyanyikan kebesaran Tuhan? Dengan mempersembahkan kehidupan kita hanya untuk memuliakan Tuhan. Selamat menyanyikan kebesaran Tuhan.

             

 

Doa:    Ya Tuhan Bapa kami di dalam sorga, kami mengaku bahwa hanya karena kasih setiaMu yang menyertai dan memelihara kehidupan kami. Kuatkan kami dengan Roh Kudus untuk menyanyikan kebesaranMu di dalam kehidupan kami. Amin.

Komentar»

1. sara rossa - Maret 2, 2009

Shalom Amang Pdt.nami
Saya baru ketemu blog Amang Pdt.Silitonga ini: bagus sangat menginspirasi dan menguatkan,terpuji2lah namaMu yang Agung itu ya Tuhan, Engkaulah gunung batu tempat kami berlindung perisai tanduk keselamatan kota benteng kami Allah kami yang kami percayai.

kami sangat bersyukur Amang Pdt.melihat hamba2Nya yang senantiasa mau memperhatikan domba2Nya melalui tulisa2 seperti ini yang dapat diakses dengan mudah di tengah2 kesibukan bekerja.

Puji Tuhan, sukses mulia.

Agus Dasa Silitonga - Maret 2, 2009

Terima kasih. Terpujilah Tuhan, tetaplah berdoa dan setia kepadaNya, kebesaran Tuhan akan kita nikmati di sepanjang hidup kita. Syalom


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: