jump to navigation

Tuhan Sumber Kehidupan Maret 7, 2009

Posted by Agus Dasa Silitonga in Renungan Harian Palito.
trackback

Renungan Malam Jumat 06 Maret 2009

Dari Almanak HKBP Bacaan Malam Hari

 

Tuhan Sumber Kehidupan  

 ( Kejadian 2: 7 – 9 )

 

 “ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup”. (ay.7)

 

            Dalam nas ini diperlihat Tuhan sebagai penjunan (tukang periuk) yang sedang membangun dan membentuk tanah liat itu menjadi bentuk badan manusia. Manusia itu yang dibentuk dari tanah liat itu belum mempunyai nyawa atau kehidupan; barulah setelah Tuhan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidung manusia tanah liat tersebut manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Setelah manusia diciptakan dan menjadi makhluk yang hidup, sebagai tempat kediamannya untuk mejalani hidup Tuhan mendirikan bumi disekitarnya yang diuraikan seperti taman yang diberi nama Eden. Di taman itu supaya terdapat kehidupan Tuhan menumbuhkan berbagai-bagai pohon yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya. Di taman itu juga Tuhan menumbuhkan pohon kehidupan serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.

            Dari nas ini kepada kita hendak disampaikan bahwa kita bergantung mutlak kepada Tuhan. Bagaimanapun besarnya dan mulianya kehidupan manusia, sebenarnya manusia adalah abu, debu, tanah liat, bahan yang mati, yang tidak mempunyai kehidupan dalam dirinya sendiri. Kehidupan itu hanya bersumber dari Tuhan. Sama  seperti barang-barang tanah liat seperti: periuk, kendi, belanga, mangkok dan lain-lain bergantung kepada dan dimiliki oleh penjunan (tukang periuk); demikianlah Tuhan berdaulat terhadap manusia ciptaanNya. Kehidupan yang adalah pemberian Tuhan tidaklah menjadi sifat atau milik manusia, melainkan merupakan karunia Tuhan yang diterima manusia setiap saat; pe-mazmur mengatakan: “…..,apabila Engkau mengambil roh mereka, mereka mati binasa dan kembali menjadi debu” (Mzm.104:29b).

            Dengan mengetahu bahwa kita hanyalah terbuat dari debu tanah yang sangat rentan, yang pasti akan kembali menjadi debu adalah sangat memprihatinkan ketika ada orang yang menempatkan hidupnya kepada sesuatu yang sia-sia dan tidak berguna. Kehidupan yang kita miliki saat ini adalah karunia Tuhan sudah seharusnyalah kehidupan ini kita pergunakan untuk melakukan hal-hal yang baik, bermamfaat dan bermakna; seharusnyalah kita taat dan setia hanya kepada penjunan dan sumber kehidupan kita yaitu Tuhan. Keinginan kita adalah melakukan kehendak Dia yang menciptakan dan mengaruniakan kehidupan kepada kita.       

 

Doa:       Jadikanlah kehidupan kami yang adalah karuniaMu kami pergunakan untuk kemuliaan namaMu. Tuntun kami dengan Roh Kudus sehingga kehidupan kami tidak berlalu begitu saja tetapi kami jalani dengan penuh arti dan makna yang sesuai dengan kehendakMu. Amin.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: