jump to navigation

Hubungan Bapa Dan Anak Maret 11, 2009

Posted by Agus Dasa Silitonga in Renungan Harian Palito.
trackback

Renungan Malam Rabu 11 Maret 2009

Dari Almanak HKBP Bacaan Malam Hari

 

Hubungan Bapa Dan Anak

(Yesaya 63: 7 – 9)

 

Bukankah Ia berfirman: “Sungguh, merekalah umat-Ku, anak-anak yang tidak akan berlaku curang,” maka Ia menjadi Juruselamat mereka dalam segala kesesakan mereka” (ay.8-9a)

           

            Nas Yesaya 63 ini berisikan mazmur (nyanyian) atas perbuatan kasih setia Tuhan kepada umatNya. Kasih setia Tuhan merupakan satu-satunya jaminan untuk masa depan umat yang sedang mengalami penderitaan karena pembuangan. Kasih setia, Tuhan terbukti di dalam tindakan-tindakanNya yang senantiasa menunjukkan kasih sayangNya kepada umatNya meskipun umatNya itu sering memberontak. Umat yang memberontak itu terbuang ke Babel tetapi Tuhan dengan kebajikan, kasih sayangNya yang besar membawa kembali pulang umatNya ke tanah airnya, menjadi bangsa yang merdeka dan berdaulat kembali seperti sedia kala. Hal tersebut dilakukan Tuhan karena mereka adalah umatNya dan Tuhan telah mengangkat mereka menjadi anak-anakNya.

Dalam nas ini kita menemukan perbuatan yang dilakukan Tuhan sebagai Bapa bagi umatNya: 1) Tuhan dengan rela dan sabar menantikan umatNya bertindak benar, jujur dan tidak berlaku curang; 2) Tuhan menjadi Juruselamat bagi mereka dalam kesesakan mereka; 3) Tuhan tidak mengutus orang utusan untuk menyelamatkan umatNya tetapi Dia sendiri yang menebus mereka dengan kasihNya dan belas kasihanNya; 4) Tuhan mengendong dan mendukung  mereka selama zaman dahulu kala artinya Tuhan akan melakukannya turun temurun. Melihat dan menyadari semua perbuatan Tuhan tersebut sang nabi ber-mazmur dengan menyebut-nyebut atau menyaksikan kasih setia, kasih sayang dan belas kasihan Tuhan yang nyata di dalam kehidupan umatNya.

Saat ini, di dalam dunia yang penuh dengan pergumulan ini, karena Tuhan menyatakan diriNya sebagai Bapa kita, maka dapatlah kita curahkan isi hati kita kepadaNya; segala hal boleh kita bawa kehadapan Tuhan di dalam doa dan permohonan. Tidak perlu ada yang harus disembunyikan dihadapan Bapa kita, sebab Dia adalah Bapa yang penuh dengan kasih setai dan belas kasihan. Selain itu, sebagai Bapa, Dia menjadi Juruselamat yang menyelamatkan kita dari segala mara bahaya; Dia juga akan menggendong / mendukung kita dalam perjalanan hidup yang kita sedang dan akan jalani sehingga kita boleh tiba dengan selamat sampai pada akhirnya. Untuk menjadikan kita menjadi anak-anakNya, segala sesuatu telah diperbuat Bapa, bahkan AnakNya yang tunggal Yesus Kristus dikaruniakanNya ke tengah-tengah dunia ini untuk menderita supaya kita diselamatkan dari kuasa dosa dan kematian. Sebagai anak hidup seperti apakah yang harus kita tunjukkan? Sebagai anak kita harus menjadi anak yang selalu setia dan taat kepada firmanNya dan kehendakNya. Sebab ketidaksetiaan dan ketidaktaatah kita tidak hanya membuat kita menderita tetapi juga akan mendukakan hati Bapa kita yang di sorga.    

  

           

Doa:    Bapa kami yang di sorga, kami puji dan muliakan namaMu yang telah memilih kami menjadi anak-anakMu. Sebagai Bapa kasih setiaMu dan belas kasihanMu senantiasa menyertai dan memelihara kehidupan kami. Kami memohon kiranya Tuhan mencurahkan Roh Kudus ke dalam hati kami sehinga kami menjadi anak-anak yang setia dan taat di hadapanMu. Amin.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: