jump to navigation

Nyanyian Kekecewaan Tuhan Maret 12, 2009

Posted by Agus Dasa Silitonga in Renungan Harian Palito.
trackback

Renungan Malam Kamis 12 Maret 2009

Dari Almanak HKBP Bacaan Malam Hari

 

Nyanyian Kekecewaan Allah

( Yesaya 5: 1 – 4 )

 

“Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ia mendirikan sebuah menara jaga di tengah-tengahnya dan menggali lobang tempat memeras anggur; lalu dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam” (ay.2)

                                                                                              

            Pasti seorang petani akan mengalami kecewa berat ketika hasil panennya tidak baik atau tidak sesuai dengan harapannya; padahal dia sudah mengerjakannya dengan baik, dipilih benih yang baik, tanah diolah dengan baik, pupuk yang baik dan setiap hari dibersihkan dari rumput-rumput dan airnya dijaga dengan baik. Si Petani pasti mengalami kecewa berat. Demikian jugalah yang kita temukan dalam nas ini. Dalam nas ini kita menemukan nyanyian kekecewaan Tuhan terhadap umatNya, bangsa Israel. Bangsa Israel digambarkan sebagai kebun anggur dan Tuhan adalah pemiliknya. Kebun anggur tersebut terletak di tempat strategis di lereng bukit yang subur, si empunya kebun mencangkul tanahnya dan membuang batu-batunya, kebunnya ditanami dengan pokok anggur pilihan,  menara jaga dibangun di tengah-tengahnya dan tempat memeras anggur telah disediakan sebab si empunya kebun anggur mengharapkan hasil yang baik. Tapi apa yang terjadi, kebun anggurnya tidak menghasilkan buah yang baik yang dihasilkannya buah yang asam.

            Si empunya kecewa akan kebun anggurnya. Tuhan kecewa melihat umatNya yang memberontak dan karena kekecewaan tersebut Tuhan berperkara dengan umatNya di mana penduduk Yerusalem dan orang Yehuda diundang sebagai hakim atau yang mengadili. Siapakah yang salah yang empunyakan atau kebun anggurnya, Tuhankah atau umatNya. Yang pasti yang empunya kebun anggur sudah melakuka semuanya untuk bisa menghasilkan buah yang baik, tidak ada lagi yang tidak diperbuatnya. Tuhan sudah melakukan yang terbaik kepada umatNya, Tuhan sudah menunjukkan kuasaNya dan penyertaanNya kepada umatNya tetapi umatNya tidak bersyukur malah memberontak. Tidaklah berlebihan kalau Tuhan bernyanyi tetapi nyanyianNya adalah nyanyian kekecewaan.

            Gereja dan orang percaya adalah Tubuh Kristus di tengah-tengah dunia ini. Kita telah dipanggil dan dipilih menjadi umatNya untuk tujuan supaya kita menghasilkan buah-buah yang baik. Untuk tujuan menghasilkan buah yang baik tersebut Tuhan sudah melakukan yang terbaik untuk kita. Dia telah mengutus AnakNya yang tunggal untuk menyelamatkan kita dari kuasa dosa dan kematian dengan penderitaan, kematian dan kebangkitanNya. Tuhan menantikan buah yang baik dari kita. Sekarang mari kita renungkan buah apakah yang telah kita buahkan? Buah yang baikkah atau buah yang asam. Jika buah yang baik maka Tuhan akan menyanyikan nyanyian sukacita: “Sungguh indah anakKu ungkapan syukurmu”; sebaliknya jika kita menghasilkan buah yang asam nyanyian kekecewaan Tuhan-lah yang akan kita dengarkan. Selamat menghasilkan buah yang baik.

 

  

Doa:       Ya Tuhan kami memohon supaya Tuhan mengampuni kami jika sampai saat ini kami belum menghasilkan buah yang baik. Berilah kami kesempatan dan kekuatan untuk menghasilkan buah yang sesuai dengan kehendakMu. Amin.

Komentar»

1. bergman silitonga - Juli 11, 2009

Ya Bapa, jadikan kami semua anak anakMu menjadi buah yang manis. Berkati kami ya Bapa. Amin


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: