jump to navigation

Tuhan Penyayang Yang Setia Maret 16, 2009

Posted by Agus Dasa Silitonga in Renungan Harian Palito.
trackback

Renungan Malam Senin 16 Maret 2009

Dari Almanak HKBP Bacaan Malam Hari

 

Tuhan Penyayang Yang Setia

(Ulangan 4: 30 – 35)

 

“Sebab TUHAN, Allahmu, adalah Allah Penyayang, Ia tidak akan meninggalkan atau memusnahkan engkau dan Ia tidak akan melupakan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu”(ay.31)

 

Kitab Ulangan berisikan pidato atau kata-kata perpisahan dari Musa kepada umat Israel yang akan memasuki tanah perjanjian, tanah Kanaan. Dalam pasal 4 ini, Musa mengingatkan bangsa Israel untuk setia kepada hukum Tuhan, sebab ketidaksetiaan mereka akan mendatangkan murka Tuhan. Untuk lebih menekankan kesetiaan memegang peranan penting dalam hubungan antara Tuhan dan bangsa Israel, Musa menerangkan bagaimana dia tidak diperbolehkan Tuhan memasuki tanah Kanaaa karena ketidaktaatannya kepada perintah Tuhan.

Sebagai seorang pemimpin yang baik pandang Musa jauh ke depan mengenai tantangan-tantangan yang akan dihadapi bangsa Israel di tanah Kanaan. Di Kanaan bangsa Israel dikelilingi bangsa-bangsa kafir yang menyembah allah buatan manusia. Keadaan yang demikian tentu dapat membahayakan hubungan mereka dengan Tuhan apabila mereka tidak kuat menghadapi godaan-godaan masyarakat sekitar mereka. Selain itu, Musa juga mengenal umat Israel yang mempunyai  karakter suka memberontak. Itu sebabnya Musa mengingatkan jika keadaan demikian terjadi sehingga keadaan mereka terdesak, mereka harus segera kembali kepada Tuhan dan kembali mendengarkan-Nya suara-Nya artinya melakukan pertobatan. Bukan berarti Musa mengharapkan bangsa Israel memberontak tetapi jika hal tersebut terjadi mereka tahu apa yang harus mereka lakukan supaya terbebas dari keadaan yang mendesak tersebut.

Dalam nas ini kita menemukan beberapa alasan Musa memerintahkan mereka untuk bersegera kembali kepada Tuhan: 1) Tuhan adalah Allah Penyayang; 2) Allah tidak pernah melupakan perjanjian atau janji yang diikrarkan-Nya; 3) Allah mau tinggal di tengan-tengah umat-Nya dan berbicara kepada umatNya yang tidak dapat dilakukan allah lain; 4) Allah berkuasa melakukan tanda-tanda mujizat  untuk melepaskan dan menyelamatkan umat-Nya yang tidak dapat dilakukan allah lain. Dengan memahami dan mengetahui hal tersebut maka bagi hidup bangsa Israel tidak ada Allah kecuali Tuhan yang dipercayai nenek moyang mereka.

Dalam hidup kita di dunia ini, bisa saja kita mengalami situasi-situasi yang sulit dan membahayakan. Nas ini mengingatkan kita bahwa Tuhan Penyayang dan setia, Dia tidak akan meninggalkan kita dan tidak melupakan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah ke nenek moyang. Kalau situasi yang sulit dan mengancam tersebut adalah karena kelalaian dan dosa-dosa kita, maka yang harus kita lakukan adalah datang kehadapan-Nya dan bertobat.

 

 

Doa:    Bapa di dalam sorga. Tuhan Penyayang dan setia. Kami puji dan muliakan namaMu karena Engkau tidak membiarkan kami binasa dan musnah. Amin.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: