jump to navigation

Hidup Dalam Tuntunan Tuhan Maret 17, 2009

Posted by Agus Dasa Silitonga in Renungan Harian Palito.
trackback

Renungan Malam Selasa 17 Maret 2009

Dari Almanak HKBP Bacaan Malam Hari

 

Hidup Dalam Tuntunan Tuhan

( Yesaya 42: 14 – 17 )

 

“Aku mau memimpin orang-orang buta di jalan yang tidak mereka kenal, dan mau membawa mereka berjalan di jalan-jalan yang tidak mereka kenal. Aku mau membuat kegelapan yang di depan mereka menjadi terang dan tanah yang berkeluk-keluk menjadi tanah yang rata. Itulah hal-hal yang hendak Kulakukan kepada mereka, yang pasti akan Kulaksanakan”. (ay.16)

 

 

Yesaya 42 secara khusus ayat 10 – 17 berisikan nyanyian pujian, dimana dalam nyanyian pujian tersebut ada 4 hal yang akan Tuhan lakukan. Pertama: Tuhan akan melakukan penghukuman suatu tindakan yang sudah lama Dia didiamkan. Untuk menggambarkan hal tersebut, Yesaya mengambil gambaran seorang ibu yang mengandung dan akan melahirkan. Beberapa jam sebelum melahirkan perut si ibu sakit, sang anak masih di dalam dan belum lahir, si ibu harus menunggu. Selama masa menunggu tersebut si ibu membisu, sedapat-dapatnya berdiam diri dan menahan hatinya. Setelah liang peranakan terbuka dan keluar air, maka kepala si anak turun ke dalam liang peranakan dan sang ibu harus membulatkan segala tenaga buat menekan, mendorong sang bayi keluar, pada saat itu sang ibu mengerang, mengah-mengah, dan mengap-mengap. Demikianlah “krisis” yang sejakdahulukala hendak Tuhan nyatakan yaitu penghukuman-Nya, sekarang tidak tertahan lagi, melainkan segera akan “lahir” dan menjadi nyata, umatNya yang memberontak akan di hukum. Kedua: Tuhan bertindak sebagai hakim, dimana kehangatan amarahNya tercurah seperti api dan gunung-gunung batu menjadi roboh dihadapanNya. Segala tumbuhan menjadi layu dan sungai-sungai serta telaga-telaga menjadi tanah kering. Ketiga: Tuhan bertindak memimpin orang-orang buta sebagaimana Dia menuntun kawanan dombaNya. Di antara segala orang-orang yang miskin, yang tertekan, yang cacat, yang tuli dan sebagainya, maka orang butalah yang paling memerlukan pertolongan dan kepadanya pula sering dijanjikan pertolongan Tuhan (bnd. Yes.29:18 ; 35:5 ; 42:7 ; Mzm.146:8). Gambaran ini menunjukkan keadaan sisa Israel yang dikasihani Tuhan (Yer.31:8); dimana Tuhan membawa umatNya berjalan “bersama-sama Dia” (Yes.40:10). Keempat: Perbuatan-perbuatan Tuhan di atas membuat orang-orang yang menyembah patung-patung berhala akan menyadari bahwa yang mereka sembah adalah angin dan kesia-siaan.

Saudara-saudara, Tuhan segera datang, kerajaan Allah sudah dekat. Para nabi-nabi bahkan Yesus sendiri memberitahukan bahwa Tuhan segera datang untuk menghakimi bumi. Sebelum hari penghakiman tersebut terjadi firman ini mengingatkan kita bahwa hidup yang kita hidupi saat ini adalah hidup dalam tuntutan Tuhan. Dengan tuntutan Tuhan orang-orang percaya terpanggil menjadi saksi di antara bangsa-bangsa bahwa “Tuhan itu Raja”; terpanggil memenuhi fungsinya yaitu membimbing segenap bumi, hingga bumi ini dan setiap yang bernyawa bernyanyi dan memuji bagi Tuhan.        

 

Doa:    Bapa kami di dalam sorga. Terpujilah namaMu yang senantiasa menyertai dan memelihara kehidupan kami. Kiranya Roh KudusMu memimpin kami untuk hidup sesuai dengan kehendakMu di tengah-tengah dunia ini; sehingga kami hidup menjadi saksi-saksiMu di dunia ini. Amin.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: